Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Diksi Bermuatan Kebencian dalam Komentar Instagram terhadap Akun Syekh Ahmad Al Misry: Kajian Linguistik Forensik andini; Apriwansyah Rymon Saputra; Andini Sewalra Widuna; Tiara Oktaviana Situmorang; Kelvin Pradifta Riadi; Hafizah Ramadhani; Roma Kyo Kae Saniro; Zahara Amirela Putri
Jurnal Edu Aksara Vol 5 No 1 (2026): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v5i1.346

Abstract

Abstrak: Media sosial telah menjadi ruang publik digital yang memungkinkan pengguna mengekspresikan pendapat secara terbuka melalui fitur komentar. Namun, kebebasan berekspresi tersebut juga berpotensi melahirkan praktik komunikasi yang mengandung penghinaan, pelabelan negatif, dan ujaran bermuatan kebencian. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan fungsi penggunaan diksi bermuatan kebencian dalam kolom komentar Instagram terhadap akun Syekh Ahmad Al Misry. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif linguistik forensik. Data penelitian berupa komentar pengguna Instagram yang dikumpulkan melalui teknik observasi nonpartisipatif dan dokumentasi digital pada unggahan yang berkaitan dengan isu publik yang sedang berkembang. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, identifikasi bentuk diksi, kategorisasi berdasarkan fungsi pragmatik, dan interpretasi konteks sosial bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diksi dalam komentar cenderung terbagi ke dalam tiga bentuk dominan, yaitu (1) pelabelan negatif dan delegitimasi identitas, (2) sarkasme dan cemoohan melalui pemilihan leksikal bernilai peyoratif, serta (3) provokasi dan ekspresi agresif yang diarahkan pada pembentukan citra negatif terhadap subjek. Selain itu, ditemukan penggunaan istilah eufemistis dan slang sebagai strategi penyamaran ujaran yang tetap mempertahankan muatan evaluatif negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana pertukaran opini, tetapi juga ruang pembentukan persepsi sosial melalui pilihan bahasa tertentu. Kata kunci: ujaran kebencian; linguistik forensik; media sosial; Instagram; diksi   Abstract: Social media has become a digital public space that allows users to express their opinions openly through the comment feature. However, this freedom of expression also has the potential to give rise to communication practices that contain insults, negative labeling, and hate speech. This study aims to analyze the forms and functions of the use of hate-filled diction in the Instagram comment column on the account of Sheikh Ahmad Al Misry. The study uses a descriptive qualitative approach with a forensic linguistic perspective. The research data consists of Instagram user comments collected through non-participatory observation techniques and digital documentation on posts related to developing public issues. The data were analyzed through the stages of data reduction, identification of diction forms, categorization based on pragmatic functions, and interpretation of the social context of language. The results of the study indicate that the use of diction in comments tends to be divided into three dominant forms, namely (1) negative labeling and identity delegitimization, (2) sarcasm and ridicule through the selection of pejorative lexical values, and (3) provocation and aggressive expressions aimed at forming a negative image of the subject. Furthermore, the use of euphemistic and slang terms was found as a strategy to disguise speech while maintaining negative evaluative content. This finding suggests that social media is not only a means of exchanging opinions but also a space for shaping social perceptions through specific language choices. Keywords: hate speech; forensic linguistics; social media; Instagram; diction