Museum Bahari Jakarta Utara merupakan salah satu destinasi wisata edukasi dan sejarah yang memiliki potensi sebagai objek daya tarik wisata (ODTW). Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya tarik wisata, diperlukan evaluasi terhadap tingkat kenyataan dan harapan berbagai faktor ODTW berdasarkan persepsi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor objek daya tarik wisata Museum Bahari Jakarta Utara menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 72 responden yang pernah mengunjungi Museum Bahari Jakarta Utara. Pengumpulan data dilakukan pada 17–20 Juni 2026. Analisis dilakukan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) terhadap lima faktor objek daya tarik wisata, yaitu What to See, What to Do, What to Buy, What to Arrived, dan Where to Stay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang berada pada Kuadran I maupun Kuadran IV. Sebanyak empat faktor, yaitu What to See, What to Do, What to Buy, dan Where to Stay, berada pada Kuadran II, yang menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi sehingga perlu dipertahankan. Sementara itu, faktor What to Arrived berada pada Kuadran III, yang menunjukkan bahwa aspek aksesibilitas belum menjadi prioritas utama pengunjung meskipun masih memerlukan peningkatan secara bertahap. Selain itu, karakteristik responden didominasi oleh pengunjung yang berdomisili di DKI Jakarta (70,8%), berusia 21–25 tahun (37,5%), dan bekerja sebagai karyawan swasta (47,2%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Museum Bahari Jakarta Utara dalam mempertahankan kualitas objek daya tarik wisata serta merencanakan pengembangan destinasi wisata di masa mendatang.