Retno Dewi Zulaikah
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengambilan Keputusan Adopsi Pembayaran Digital pada UMKM: Studi Kasus Toko Bibit Trenggalek Cepy Nurmalia Wahyuningtias; Retno Dewi Zulaikah; Surya Jawara
Jurilma Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/jurilma.volume3number1.561

Abstract

Perkembangan pembayaran digital mendorong UMKM menyesuaikan proses transaksi dan pelayanan, tetapi sebagian usaha mikro tetap mempertahankan pembayaran tunai. Penelitian terdahulu lebih banyak menguji niat penggunaan dan faktor penerimaan teknologi, sedangkan kajian mengenai pengambilan keputusan manajerial untuk menunda adopsi pembayaran digital pada usaha mikro pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis alasan Toko Bibit di Kabupaten Trenggalek mempertahankan pembayaran tunai, kesiapan internal usaha, preferensi konsumen, dan peluang penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas satu pemilik, dua karyawan, dan lima konsumen yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, pengodean, pengelompokan tema, penyajian matriks, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran tunai dipertahankan karena manfaat QRIS belum dipersepsikan mendesak, pemahaman prosedural masih terbatas, dan terdapat kekhawatiran terhadap jaringan serta kesalahan verifikasi transaksi. Preferensi konsumen terbagi antara pembayaran digital yang praktis dan pembayaran tunai yang telah menjadi kebiasaan. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian perspektif pemilik, karyawan, dan konsumen untuk menjelaskan keputusan adopsi pada tingkat usaha. Secara praktis, penelitian merekomendasikan strategi adopsi bertahap melalui pembayaran hibrida, pelatihan karyawan, penyusunan prosedur verifikasi, dan evaluasi transaksi sebelum implementasi diperluas.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI SIRKULAR SYARIAH: EDUKASI PEMILAHAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK DI DESA NGUBALAN Retno Dewi Zulaikah; Risti Nisrina Haibah; Rif'atul Chusna; Auladhina Sevilatifani Alzacky; Lailatul Fadilah; Muhammad Achsanul Fawaid; Achmad Ubaidillah
Abdimas IAI Ngawi Vol 4 No 2 (2026): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v4i2.3275

Abstract

Household waste management in Ngubalan Village, Kalidawir District, Tulungagung Regency, is still predominantly carried out independently through burning, disposal, or the sale of selected recyclable plastics to local collectors. This community service aimed to strengthen environmental awareness and community economic empowerment through source-based waste sorting and the 3R (reduce, reuse, recycle) framework, with practical emphasis on reusing inorganic waste as marketable products within an Islamic circular economy perspective grounded in Islamic ecotheology. The program involved members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group and was implemented on 8 August 2026 at the Ngubalan Village Hall. The activity used an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, mapped into discovery, dream, design, define, and destiny stages, supported by observation, education, participatory discussion, hands-on practice, and documentation. Of 50 invited participants, 42 attended (84%). Participants practiced sorting organic and inorganic waste and converting used water gallons into flower pots. Ten pots were produced, with an estimated selling price of IDR 30,000 per unit. Observations and interactive discussions indicated that participants could identify recyclable inorganic waste, understand its economic potential, and relate waste utilization to Islamic ecotheological values of khalifah (stewardship), anti-israf, mizan (balance), maslahah (public benefit), ta'awun, and lawful income generation. The activity directly operationalized reuse and source sorting as a prerequisite for recycling, while waste reduction and sustained household behavior require follow-up. The program demonstrates that locally available waste, community skills, and PKK social networks can become practical assets for environmentally responsible and economically productive community empowerment.   Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Ngubalan, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, masih didominasi pengelolaan mandiri melalui pembakaran, pembuangan, atau penjualan sebagian plastik bernilai jual kepada pengepul. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pemilahan sampah dari sumber dan kerangka 3R (reduce, reuse, recycle), dengan penekanan praktik pada pemanfaatan ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi dalam perspektif ekonomi sirkular syariah yang berlandaskan ekoteologi Islam. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Balai Desa Ngubalan dengan sasaran ibu-ibu PKK. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), dengan rangkaian kegiatan dipetakan dalam tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny serta didukung observasi, edukasi, diskusi partisipatif, praktik, dan dokumentasi. Dari 50 undangan, 42 peserta hadir atau mencapai 84%. Peserta mempraktikkan pemilahan sampah organik-anorganik dan pengolahan galon bekas menjadi pot bunga. Kegiatan menghasilkan 10 pot dengan estimasi harga jual Rp30.000 per unit. Berdasarkan observasi dan diskusi interaktif, peserta mampu mengenali sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan, memahami potensi ekonominya, serta mengaitkan pemanfaatan sampah dengan nilai ekoteologi Islam berupa khalifah, anti-israf, mizan, maslahah, ta'awun, dan peluang memperoleh pendapatan halal. Kegiatan secara langsung mengoperasionalkan reuse dan pemilahan sebagai prasyarat recycle, sedangkan aspek reduce dan keberlanjutan perilaku rumah tangga memerlukan tindak lanjut. Kegiatan menunjukkan bahwa sampah, keterampilan warga, dan jejaring sosial PKK dapat menjadi aset lokal untuk membangun pemberdayaan yang ramah lingkungan dan produktif. Kata Kunci: Asset-Based Community Development, ekonomi sirkular syariah, ekoteologi Islam, sampah anorganik, pemberdayaan masyarakat