Supratikto
Departemen Obstetri Ginekologi RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kehamilan Prematur dengan Eklampsia Hipertensi Emergensi dan Sindrom HELLP Parsial: Laporan Kasus Supratikto; Intan Rachmi Putri; Muhammad Anas; Eko Nursucahyo; Ninuk Dwi Ariningtyas
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i2.33110

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan prematur yang disertai eklampsia merupakan kegawatdaruratan obstetri yang memicu risiko kematian serta menjadi faktor penyebab utama morbiditas maternal dan perinatal. Prioritas intervensi klinis dalam kondisi ini meliputi pemulihan stabilitas hemodinamik maternal, terminasi bangkitan kejang, manajemen krisis hipertensi, serta penentuan waktu terminasi kehamilan yang optimal. Kasus: RSUD Dr. Soegiri Lamongan menerima pasien rujukan dari puskesmas Mantup, Seorang perempuan berusia 31 tahun, G2P1001, usia kehamilan 31 minggu setelah mengalami dua episode kejang tonik-klonik general. Pasien datang dalam kondisi hipertensi emergensi (181/117 mmHg), proteinuria masif (+3), Hipoalbumin (3,2 gram/dL) dan peningkatan enzim transaminase (SGOT 473 U/L, SGPT 155 U/L) dengan trombosit normal (184.000 u/L) secara klinis mengarah pada diagnosis sindrom HELLP parsial. Langkah stabilisasi awal dilakukan dengan pemberian oksigen nasal kanul, profilaksis MgSO4, antihipertensi, dan injeksi deksametason untuk stimulasi kematangan paru janin. Terminasi kehamilan dilakukan secara Sectio caesarea setelah maturasi paru tercapai. Pasien mengalami fase pemulihan pasca operasi dengan baik dan dipulangkan, diizinkan rawat jalan dengan terapi antihipertensi oral. Kesimpulan: Penanganan eklampsia prematur dengan keterlibatan multiorgan memerlukan tatalaksana yang cepat. Stabilisasi hemodinamik, restriksi cairan untuk mencegah risiko edema pulmonal serta ketepatan momentum pelaksanaan terminasi kehamilan.