p-Index From 2021 - 2026
1.383
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Khidmatuna
Siti Khusnul Rofiah Rofiah
Program Studi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

INOVASI PUDING DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN UPAYA PERBAIKAN STATUS GIZI DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Alfareza Ridho Afifulloh; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Deddy Ahmad Fajar; Farah Nur Fauziah
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 1 (2026): VOL 6 NO 1 (2026) : MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67409/w7qn1115

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan, serta diperparah oleh faktor sosial ekonomi, pola asuh, dan keterbatasan akses pangan bergizi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting nasional mencapai 21,6%, angka yang masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebesar 20%. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, peningkatan risiko penyakit tidak menular, serta penurunan produktivitas ekonomi di masa dewasa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi puding daun kelor (Moringa oleifera) sebagai makanan tambahan berbasis pangan lokal dalam upaya perbaikan status gizi dan pencegahan stunting pada balita di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain pendampingan partisipatif, melibatkan masyarakat, kader posyandu, dan ibu balita dalam seluruh tahapan kegiatan. teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif komparatif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi puding daun kelor diterima dengan baik oleh balita dan orang tua, meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat, serta berkontribusi pada perbaikan indikator pertumbuhan balita. Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan lokal terbukti memiliki potensi besar sebagai strategi intervensi gizi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan ekonomis. program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan dan optimalisasi sumber daya lokal
INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI BERBASIS POTENSI LOKAL SEBAGAI BRIKET ENERGI ALTERNATIF DI DUSUN BALONGMASIN Nur Rahmania; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Sudiah Hestianah; Didik Hariono
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 1 (2026): VOL 6 NO 1 (2026) : MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67409/qc8jkp11

Abstract

Pengelolaan limbah peternakan menjadi permasalahan krusial di wilayah pedesaan Indonesia karena masih banyak limbah organik yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan malah berdampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan energi di pedesaan masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang biaya dan ketersediaannya rendah. Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Balongmasin berupaya mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan briket energi alternatif yang berbasis potensi lokal. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemandirian energi masyarakat, memberikan nilai tambah ekonomis, serta mengurangi dampak lingkungan melalui konversi limbah menjadi energi padat yang ramah lingkungan. Metode pengabdian yang diterapkan mencakup identifikasi potensi limbah, perancangan formulasi briket menggunakan bahan pengikat alami, uji coba pembuatan briket skala terbatas, serta pendekatan observasi dan konsultasi dengan peternak lokal tanpa pelatihan formal. Briket yang dihasilkan memiliki stabilitas pembakaran yang baik, sedikit asap, mudah disimpan, dan relatif murah. Dampak sosial terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah, sementara dampak ekonomi ditandai oleh potensi pendapatan tambahan dan peluang usaha mikro berbasis briket energi lokal. Secara lingkungan, pemanfaatan limbah mengurangi bau, penyebaran lalat, serta potensi pencemaran tanah. Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi di komunitas pedesaan lain sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat berbasis energi lokal
MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERISASI DEMI MENUNJANG PEMBELAJARAN DI KURIKULUM MERDEKA MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR KKN DI DESA BALONGMASIN Nur Ellysah Abidatul Khoiroh; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Dedeh Imam Fatmasari; Khurriyatul Mutrofin; Abdul Kholik
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 2 (2026): VOL 6 NO 2 (2026) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67409/z9xnjf05

Abstract

Peningkatan literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang menjadi fokus Kurikulum Merdeka dalam mencetak generasi yang kreatif, kritis, dan mandiri. Namun, di Desa Balongmasin, banyak siswa sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan dalam membaca, menulis, dan berhitung, yang dapat menghambat pencapaian kompetensi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui program bimbingan belajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dengan pendekatan active learning, intervensi individual, dan metode kreatif berbasis proyek. Subjek penelitian terdiri dari 10 responden yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterbatasan kemampuan awal mereka. Instrumen penelitian meliputi tes pretest-posttest, observasi, dan questionnaire untuk menilai perkembangan kemampuan dan partisipasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh responden, dengan skor literasi meningkat antara 34,5% hingga 60,9% dan numerasi meningkat antara 68% hingga 95,3%. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pendekatan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan diferensiasi individual dalam memperkuat kompetensi dasar siswa. Program ini juga meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kepercayaan diri siswa, sekaligus memperkuat peran mahasiswa KKN dan dukungan keluarga dalam menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan ini dapat menjadi model pembelajaran efektif untuk peningkatan literasi dan numerasi di sekolah dasar
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI OLAHAN PUDING KELOR BERBASIS PANGAN LOKAL Zazit Hadinata Afkar; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Evi Yuli Susanti; Setya Chendra Wibawa
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 2 (2026): VOL 6 NO 2 (2026) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67409/y9kqtv77

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak luas terhadap kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Upaya pencegahan stunting tidak hanya membutuhkan intervensi kesehatan, tetapi juga pendekatan sosial-ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik pencegahan stunting melalui sosialisasi dan demonstrasi pengolahan puding kelor berbasis pangan lokal di Desa Sukamaju, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi pengolahan pangan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan gizi serta survei dampak ekonomi rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai stunting dari 60% menjadi 85% setelah sosialisasi. Demonstrasi pembuatan puding kelor terbukti mudah direplikasi, bernilai gmmizi tinggi, dan efisien secara biaya. Dari perspektif ekonomi, pemanfaatan pangan lokal mampu menghemat pengeluaran pangan keluarga hingga 20% per bulan dan membuka peluang usaha berbasis rumah tangga. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi edukasi gizi dengan inovasi pangan lokal tidak hanya efektif dalam pencegahan stunting, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan ekonomi keluarga
PENDAMPINGAN REBRANDING DAN DIGITALISASI PEMASARAN UMKM KERIPIK TEMPE MELALUI PLATFORM SHOPEE DI DUSUN BALONGMASIN Annisa Qurrota A’yun; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Khurriyatul Mutrofin; Andina Ariani
Jurnal Khidmatuna Vol 4 No 2 (2024): VOL 4 NO 2 (2024) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital pada usaha mikro seringkali terhambat oleh keterbatasan literasi teknologi dan minimnya penguatan identitas usaha. Program pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Keripik Tempe Ibu Sri di Dusun Balongmasin dalam memperkuat branding serta memulai digitalisasi pemasaran melalui platform Shopee. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan analisis kebutuhan, rebranding stiker kemasan, pemasangan banner usaha, pendaftaran lokasi di Google Maps, serta pembuatan dan pendampingan pengelolaan akun Shopee. Kegiatan dilakukan secara bertahap dengan metode praktik langsung (learning by doing) guna menyesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik usaha berbasis rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan identitas visual produk melalui penggunaan stiker kemasan yang lebih informatif dan profesional, serta meningkatnya visibilitas usaha melalui kehadiran banner dan pencantuman lokasi pada Google Maps. Selain itu, UMKM berhasil memiliki akun Shopee sebagai etalase digital dan mulai memahami mekanisme pengelolaan pemasaran berbasis pre-order. Meskipun belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan dalam jangka pendek, program ini berhasil membangun kesiapan awal pelaku usaha dalam menghadapi transformasi digital. Pendampingan ini menegaskan bahwa digitalisasi UMKM tidak selalu harus dimulai dari intervensi berskala besar, melainkan dapat diawali dari penguatan identitas visual dan integrasi platform digital sederhana yang relevan dengan kapasitas usaha. Model pendampingan kontekstual dan partisipatif menjadi strategi efektif dalam mendukung keberlanjutan UMKM berbasis rumah tangga di era ekonomi digital
OPTIMALISASI PENGELOLAAN UMKM DESA BALONGMASIN MELALUI MANAJEMEN USAHA DAN AKUNTANSI SEDERHANA BERBASIS APLIKASI KASIR PINTAR Ilman Syafiqol Umam; Siti Khusnul Rofiah Rofiah
Jurnal Khidmatuna Vol 4 No 2 (2024): VOL 4 NO 2 (2024) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian nasional dan daerah, khususnya di wilayah pedesaan. UMKM berperan strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, sebagian besar UMKM desa masih menghadapi berbagai permasalahan mendasar, terutama terkait dengan rendahnya literasi keuangan, keterbatasan pemahaman akuntansi, serta lemahnya penerapan manajemen usaha. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan usaha dilakukan secara tradisional, tanpa perencanaan yang matang dan pencatatan keuangan yang sistematis, sehingga menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usaha. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM di Desa Balongmasin dalam mengelola usaha secara lebih profesional melalui penerapan akuntansi sederhana dan manajemen usaha. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik pencatatan keuangan, pendampingan intensif, serta diskusi interaktif dengan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan pelaku UMKM, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM terkait pentingnya pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pengelolaan modal, serta perencanaan usaha yang lebih terstruktur. Pelaku UMKM mulai menerapkan pencatatan transaksi harian, menghitung laba-rugi sederhana, serta menyusun rencana pengembangan usaha. Selain itu, terjadi perubahan sikap dan perilaku usaha yang lebih disiplin dan terarah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja, keberlanjutan, dan daya saing UMKM Desa Balongmasin secara berkelanjutan
PENDAMPINGAN UMKM TELUR ASIN MELALUI PENGENALAN PROSES PRODUKSI, PENGUATAN IDENTITAS USAHA, & PEMETAAN LOKASI DIGITAL DI DUSUN BALONGMASIN DESA BALONGMASIN Nur Hayati; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Didik Hariono; Alfania Lailatul Rizky
Jurnal Khidmatuna Vol 4 No 2 (2024): VOL 4 NO 2 (2024) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal dan nasional, khususnya pada sektor pangan berbasis rumah tangga. Salah satu UMKM yang masih bertahan dan berkembang di wilayah pedesaan adalah usaha telur asin. Namun demikian, sebagian besar UMKM pangan tradisional masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek digitalisasi usaha, penguatan identitas usaha, serta aksesibilitas lokasi usaha secara digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendampingi UMKM telur asin di Dusun Balongmasin, Desa Balongmasin melalui pengenalan proses produksi, penguatan identitas usaha melalui pembuatan banner, serta pemetaan lokasi usaha secara digital menggunakan Google Maps. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan pada tahun 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, pemilik usaha belum memahami pentingnya digitalisasi dan identitas visual usaha. Setelah pendampingan, pelaku UMKM mengalami peningkatan pemahaman terhadap proses produksi yang lebih terstruktur, memiliki identitas usaha yang jelas, serta mampu memanfaatkan pemetaan lokasi digital untuk meningkatkan visibilitas usaha. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan sederhana dan kontekstual mampu memberikan dampak positif bagi penguatan kapasitas UMKM pangan tradisional di wilayah pedesaan
BRANDING SEDERHANA TOKO KELONTONG MELALUI PEMBUATAN BANNER DALAM KEGIATAN KKN TEMATIK Khafid Rakhmat Mauladani; Siti Khusnul Rofiah Rofiah
Jurnal Khidmatuna Vol 3 No 2 (2023): VOL 3 NO 2 (2023) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya toko kelontong, merupakan pilar ekonomi lokal yang kini menghadapi persaingan ketat dari minimarket modern. Kendala utama toko kelontong tradisional adalah minimnya branding dan visual pemasaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing toko kelontong melalui strategi branding sederhana berbasis desain banner. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-aplikatif yang meliputi observasi awal, perancangan desain visual, produksi, pemasangan banner, dan evaluasi dampak. Kegiatan ini melibatkan lima pemilik toko kelontong di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, sebagai subjek intervensi. Berdasarkan observasi awal, dari 15 toko kelontong yang ada, hanya dua toko yang memiliki papan nama permanen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan banner sebagai media komunikasi visual berbiaya rendah (point of purchase communication) secara signifikan meningkatkan visibilitas usaha, brand recognition, dan persepsi profesionalisme toko di mata konsumen. Branding visual terbukti menjadi solusi praktis, ekonomis, dan kontekstual untuk menarik pelanggan baru. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi UMKM dalam mengadopsi komunikasi visual dan teknologi guna memperkuat daya saing usaha secara berkelanjuta