p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Khidmatuna
Siti Khusnul Rofiah Rofiah
Program Studi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI PUDING DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN UPAYA PERBAIKAN STATUS GIZI DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Alfareza Ridho Afifulloh; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Deddy Ahmad Fajar; Farah Nur Fauziah
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 1 (2026): VOL 6 NO 1 (2026) : MARET
Publisher : Jurnal Khidmatuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan, serta diperparah oleh faktor sosial ekonomi, pola asuh, dan keterbatasan akses pangan bergizi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting nasional mencapai 21,6%, angka yang masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebesar 20%. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, peningkatan risiko penyakit tidak menular, serta penurunan produktivitas ekonomi di masa dewasa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi puding daun kelor (Moringa oleifera) sebagai makanan tambahan berbasis pangan lokal dalam upaya perbaikan status gizi dan pencegahan stunting pada balita di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain pendampingan partisipatif, melibatkan masyarakat, kader posyandu, dan ibu balita dalam seluruh tahapan kegiatan. teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif komparatif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi puding daun kelor diterima dengan baik oleh balita dan orang tua, meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat, serta berkontribusi pada perbaikan indikator pertumbuhan balita. Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan lokal terbukti memiliki potensi besar sebagai strategi intervensi gizi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan ekonomis. program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan dan optimalisasi sumber daya lokal
INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI BERBASIS POTENSI LOKAL SEBAGAI BRIKET ENERGI ALTERNATIF DI DUSUN BALONGMASIN Nur Rahmania; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Sudiah Hestianah; Didik Hariono
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 1 (2026): VOL 6 NO 1 (2026) : MARET
Publisher : Jurnal Khidmatuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan limbah peternakan menjadi permasalahan krusial di wilayah pedesaan Indonesia karena masih banyak limbah organik yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan malah berdampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan energi di pedesaan masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang biaya dan ketersediaannya rendah. Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Balongmasin berupaya mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan briket energi alternatif yang berbasis potensi lokal. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemandirian energi masyarakat, memberikan nilai tambah ekonomis, serta mengurangi dampak lingkungan melalui konversi limbah menjadi energi padat yang ramah lingkungan. Metode pengabdian yang diterapkan mencakup identifikasi potensi limbah, perancangan formulasi briket menggunakan bahan pengikat alami, uji coba pembuatan briket skala terbatas, serta pendekatan observasi dan konsultasi dengan peternak lokal tanpa pelatihan formal. Briket yang dihasilkan memiliki stabilitas pembakaran yang baik, sedikit asap, mudah disimpan, dan relatif murah. Dampak sosial terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah, sementara dampak ekonomi ditandai oleh potensi pendapatan tambahan dan peluang usaha mikro berbasis briket energi lokal. Secara lingkungan, pemanfaatan limbah mengurangi bau, penyebaran lalat, serta potensi pencemaran tanah. Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi di komunitas pedesaan lain sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat berbasis energi lokal