This Author published in this journals
All Journal Khidmatuna
Didik Hariono
Program Studi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI BERBASIS POTENSI LOKAL SEBAGAI BRIKET ENERGI ALTERNATIF DI DUSUN BALONGMASIN Nur Rahmania; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Sudiah Hestianah; Didik Hariono
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 1 (2026): VOL 6 NO 1 (2026) : MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67409/qc8jkp11

Abstract

Pengelolaan limbah peternakan menjadi permasalahan krusial di wilayah pedesaan Indonesia karena masih banyak limbah organik yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan malah berdampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan energi di pedesaan masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang biaya dan ketersediaannya rendah. Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Balongmasin berupaya mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan briket energi alternatif yang berbasis potensi lokal. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemandirian energi masyarakat, memberikan nilai tambah ekonomis, serta mengurangi dampak lingkungan melalui konversi limbah menjadi energi padat yang ramah lingkungan. Metode pengabdian yang diterapkan mencakup identifikasi potensi limbah, perancangan formulasi briket menggunakan bahan pengikat alami, uji coba pembuatan briket skala terbatas, serta pendekatan observasi dan konsultasi dengan peternak lokal tanpa pelatihan formal. Briket yang dihasilkan memiliki stabilitas pembakaran yang baik, sedikit asap, mudah disimpan, dan relatif murah. Dampak sosial terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah, sementara dampak ekonomi ditandai oleh potensi pendapatan tambahan dan peluang usaha mikro berbasis briket energi lokal. Secara lingkungan, pemanfaatan limbah mengurangi bau, penyebaran lalat, serta potensi pencemaran tanah. Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi di komunitas pedesaan lain sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat berbasis energi lokal
OPTIMALISASI PEKARANGAN SEMPIT DENGAN KONSEP POT DAUR ULANG DARI SAMPAH PLASTIK SEBAGAI UPAYA MENGURANGI SAMPAH RUMAH TANGGA DI DUSUN PUNGGING KRISIK Lely Andini; Dian Mafulla; Sudiah Hestianah; Didik Hariono
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 2 (2026): VOL 6 NO 2 (2026) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67409/81ry4y67

Abstract

Permasalahan sampah plastik rumah tangga masih menjadi isu lingkungan yang signifikan, khususnya di wilayah pedesaan dengan keterbatasan lahan pekarangan. Dusun Pungging Krisik menghadapi dua persoalan utama, yaitu meningkatnya volume sampah plastik dan pemanfaatan pekarangan sempit yang belum optimal. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pekarangan sempit melalui penerapan konsep pot tanaman dari galon plastik bekas yang dibentuk berwujud hewan seperti angsa dan kelinci sebagai upaya inovatif mengurangi sampah rumah tangga. Pentingnya topik ini terletak pada potensi daur ulang untuk menekan pencemaran lingkungan, mempercantik fasilitas pendidikan seperti Sekolah Dasar Negeri (SDN)  dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta memberdayakan keterampilan warga lokal. Metode yang diterapkan mencakup sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan pembuatan pot menggunakan alat sederhana seperti cutter dan cat akrilik, serta pendampingan penempatan di Sekolah Dasar Negeri (SDN)  dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) setempat untuk bercocok tanam sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran pengelolaan sampah, kemampuan warga mengolah limbah menjadi pot fungsional, serta optimalisasi area hijau di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, penerapan pot daur ulang ini menjadi solusi sederhana, berkelanjutan, dan aplikatif dalam mendukung pengelolaan lingkungan rumah tangga di Dusun Pungging Krisik
PENDAMPINGAN UMKM TELUR ASIN MELALUI PENGENALAN PROSES PRODUKSI, PENGUATAN IDENTITAS USAHA, & PEMETAAN LOKASI DIGITAL DI DUSUN BALONGMASIN DESA BALONGMASIN Nur Hayati; Siti Khusnul Rofiah Rofiah; Didik Hariono; Alfania Lailatul Rizky
Jurnal Khidmatuna Vol 4 No 2 (2024): VOL 4 NO 2 (2024) : OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal dan nasional, khususnya pada sektor pangan berbasis rumah tangga. Salah satu UMKM yang masih bertahan dan berkembang di wilayah pedesaan adalah usaha telur asin. Namun demikian, sebagian besar UMKM pangan tradisional masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek digitalisasi usaha, penguatan identitas usaha, serta aksesibilitas lokasi usaha secara digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendampingi UMKM telur asin di Dusun Balongmasin, Desa Balongmasin melalui pengenalan proses produksi, penguatan identitas usaha melalui pembuatan banner, serta pemetaan lokasi usaha secara digital menggunakan Google Maps. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan pada tahun 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, pemilik usaha belum memahami pentingnya digitalisasi dan identitas visual usaha. Setelah pendampingan, pelaku UMKM mengalami peningkatan pemahaman terhadap proses produksi yang lebih terstruktur, memiliki identitas usaha yang jelas, serta mampu memanfaatkan pemetaan lokasi digital untuk meningkatkan visibilitas usaha. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan sederhana dan kontekstual mampu memberikan dampak positif bagi penguatan kapasitas UMKM pangan tradisional di wilayah pedesaan