Pembesian slab merupakan salah satu tahapan penting dalam pekerjaan struktur yang berfungsi membentuk rangka tulangan baja sesuai desain bangunan. Aktivitas ini memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena melibatkan pemotongan, pembengkokan, penyusunan, dan pengikatan tulangan secara manual pada area kerja yang berada di ketinggian. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja apabila penerapan keselamatan tidak dijalankan secara optimal. Pengamatan ini bertujuan untuk menilai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada aktivitas pembesian slab di PT Adhi Karya,Tbk khususnya terkait perilaku pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), kondisi area kerja, serta upaya pengendalian bahaya yang diterapkan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diperoleh gambaran bahwa sebagian pekerja telah menggunakan APD dasar, namun pemakaian sarung tangan dan body harness belum sepenuhnya diterapkan, terutama oleh pekerja subkon. Disimpulkan bahwa penerapan K3 pada pekerjaan pembesian slab di PT Adhi Karya, Tbk sudah berjalan dengan cukup baik. Prosedur keselamatan telah diterapkan dan sebagian besar pekerja mematuhi penggunaan APD dasar. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada penggunaan APD , khususnya sarung tangan dan body harness. Beberapa pekerja tidak menggunakan sarung tangan, sementara body harness tidak tersedia bagi pekerja subkon karena tidak disediakan oleh perusahaan subkon.