p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGRIEKSTENSIA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Ekstrak Kasar Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri Pseudomonas fluorescens Secara In Vitro Qurrota A'yunin; Sri Andayani; Nurlaili Indah Isnaini; Soko Nuswantoro; Fani Fariedah; Zulfa Mahdiatur Rasyida; Noviana Dwi Lestari
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3882

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kasar daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai agen antibakteri terhadap Pseudomonas fluorescens secara in vitro. P. fluorescens dikenal sebagai bakteri patogen oportunistik yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kerugian pada budidaya ikan. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan eksperimental dengan lima taraf konsentrasi ekstrak daun jambu biji, yaitu 65, 90, 115, 140, dan 165 ppm, masing-masing dengan tiga ulangan. Nilai konsentrasi Hambat Minimum (Minimum Inhibitory Concentration/MIC) diperoleh pada konsentrasi 62,5 ppm, sedangkan aktivitas antibakteri dievaluasi melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap daya hambat pertumbuhan P. fluorescens. Konsentrasi tertinggi, yaitu 165 ppm, menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 13,47 mm dan dikategorikan sebagai hambatan kuat. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, dan fenol yang diduga berperan dalam aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sel dan gangguan sintesis dinding sel bakteri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kasar daun jambu biji berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dalam pengendalian P. fluorescens pada sistem budidaya ikan.
Efikasi Filtrat Kasar Saponin Biji Keben (Barringtonia asiatica) Terhadap Bakteri Vibrio harveyi Soko Nuswantoro; Fani Fariedah; Qurrota A’yunin; Nurry Setyowati
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3883

Abstract

Pengendalian Vibrio harveyi, patogen penyebab luminous vibriosis, masih bergantung pada antibiotik konvensional, yang memicu resistensi antimikroba (AMR). Saponin dari biji Barringtonia asiatica (keben) telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas filtrat kasar saponin B. asiatica pada berbagai dosis terhadap V. harveyi. Pengujian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan (A=0,7 ppm, B=0,9 ppm, C=1,1 ppm, D=1,3 ppm, E=1,5 ppm, dan Kontrol=0 ppm), masing-masing tiga ulangan. Kultur V. harveyi (1x106 sel/mL) diinkubasi selama 24 jam bersama filtrat. Efektivitas diukur melalui Total Bacterial Count (TBC) pada media TCBSA dan dihitung sebagai Persentase Penghambatan (%) serta Log Reduction. Filtrat kasar saponin secara signifikan memengaruhi pertumbuhan V. harveyi (p < 0,05). Efektivitas tertinggi dicapai pada dosis E (1,5 ppm), menghasilkan 90,00% penghambatan dan 0,98 Log Reduction. Filtrat kasar saponin biji B. asiatica merupakan agen antibakteri yang efektif terhadap V. harveyi pada dosis tinggi. Filtrat ini memiliki potensi besar sebagai alternatif biokontrol berkelanjutan dalam akuakultur.