Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan Peningkatan Kualitas Pupuk Organik di Kelompok Tani Harapan Kita Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung Akari Edy; Dad Resiworo J. Sembodo; Herry Susanto; Hidayat Pujisiswanto; Suprihatin Suprihatin; Pulung Karo Karo; Syafriadi Syafriadi; Posman Manurung
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (April- Juni 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i2.2215

Abstract

Petani Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung dalam  budidaya tanaman terus menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia secara intensif menyebabkan petani tergantung pada pupuk kimia, sedangkan pupuk tersebut sering mengalami kelangkaan.  Kelangkaan pupuk kimia subsidi disebabkan kuota yang terbatas dibandingkan usulan petani. Pupuk organik, alternatif utama dan berkelanjutan untuk mengatasi kelangkaan. Penggunaan pupuk organik akan memangkas biaya produksi, memperbaiki kesuburan tanah jangka panjang, dan meningkatkan kualitas panen. Kelurahan Rajabasa Jaya, memiliki potensi kotoran sapi yang besar sebagai pasokan bahan pupuk organik. Namun demikian, peningkatan kualitas kotoran sapi sebagai pupuk organik belum dikuasai dengan baik oleh petani. Dengan demikian, petani membutuhkan penyuluhan peningkatan kualitas dan pengemasan pupuk organik. Tujuan kegiatan ini, meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang kualitas dan pengemasan pupuk organik yang bernilai jual.  Metode pengabdian melalui ceramah dan diskusi, demonstrasi.  Agar peningkatan pengetahuan dapat diukur, dilakukan evaluasi awal dan akhir.  Hasil kegiatan, berdasarkan evaluasi awal dan evaluasi akhir menunjukkan peningkatan pengetahuan petani. Rata-rata evaluasi akhir (84,0) lebih tinggi dibandingkan dengan evaluasi awal (57,0). Kegiatan pengabdian meningkatkan pengetahuan petani tentang kualitas dan pengemasan pupuk organik. Secara langsung memacu pemberdayaan  masyarakat untuk  memanfaatkan sumber daya alam sekitar, khususnya kotoran sapi, dan meningkatkan pendapatan petani.