jesika panjaitan
Proteksi Tanaman,Fakultas Sains dan Teknologi,Institut Teknologi Sawit Indonesia,Kota Medan,20226

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Sifat Kimia, Sifat Fisika, dan Sifat Biologi Tanah yang Diberahkan dan Tidak Diberahkan jesika panjaitan; Henry Budi Hasibuan
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dgebz736

Abstract

Pengelolaan lahan dengan sistem yang berbeda dapat menyebabkan perubahan terhadap kualitas tanah, meliputi aspek kimia, fisika, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik sifat kimia, fisika, dan biologi tanah pada lahan yang diberahkan dengan lahan yang tidak diberahkan. Parameter yang dianalisis meliputi pH tanah, kandungan bahan organik, suhu tanah, serta keberadaan mikroorganisme tanah berupa Ganoderma dan Trichoderma. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada setiap perlakuan, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengetahui adanya perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi karakteristik tanah antara lahan yang diberahkan dan tidak diberahkan berdasarkan parameter pengamatan. Proses pemberaan lahan memberikan pengaruh terhadap perubahan kondisi tanah, baik terhadap sifat kimia, fisika, maupun aktivitas biologis tanah. Kandungan bahan organik serta kondisi lingkungan tanah menjadi faktor penting yang memengaruhi perkembangan mikroorganisme, termasuk Trichoderma yang berperan sebagai mikroorganisme antagonis dan Ganoderma yang dikenal sebagai salah satu patogen tanah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem pemberaan lahan berpengaruh terhadap kualitas tanah melalui perubahan pada sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kondisi dan keseimbangan ekosistem tanah.