Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sarcosporidiasis on Rats in Smallholder Oil Palm Plantations in Deli Serdang Regency, North Sumatra Makhrani Sari Ginting; Henry Budi Hasibuan; Sulaiman Ginting
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 7 No. 3 September 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i3.4835

Abstract

Rats are significant pests in oil palm plantations, attacking nearly all growth stages of the plants and causing damage that adversely affects productivity, leading to substantial losses. The protozoan Sarcocystis sp. is a parasite that infects rats and, in sufficient quantities, can cause death in these hosts. This protozoan is naturally present in rats but typically in small amounts. This study aimed to determine the prevalence of sarcosporidiasis (the presence of Sarcocystis sp.) in several rat species inhabiting smallholder oil palm plantations in Deli Serdang Regency, North Sumatra. Rat sampling was conducted from June to August 2025 using baited traps. The captured rats were then identified and categorized by species, sex, and weight. Sarcocystis sp. infection was detected by observing the presence of 'milky white threads' in the muscles, particularly in the rats' legs. The data obtained were analyzed both descriptively and quantitatively. Results showed that two rat species were captured: Rattus argentiventer and Rattus tiomanicus. Only 29.4% of the captured rats tested positive for the protozoan, of which 63.3% were male and 36.7% were female. All rats testing positive for the protozoan belonged exclusively to the R. tiomanicus species
Pengaruh Pemberian Alelopati Ekstrak Daun Mangga Kweni (Mangifera orodata Griff) Terhadap Pertumbuhan Gulma Teki (Cyperus rotundus) Aida Farida; Eka Bobby Febrianto; Nurliana Nurliana; Henry Budi Hasibuan; Kurnainy Tohir; Bambang Abdul Ghani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.9219

Abstract

Gulma dapat berkompetisi dengan tanaman pokok dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya, maupun CO2. Selain itu, gulma dapat berperan sebagai tanaman inang bagi hama dan penyakit. Berdasarkan hal ini maka di lakukan penelitian respon pertumbuhan gulma teki (Cyperus rotundus) akibat pemberian alelopati ekstrak daun mangga kweni (Mangifera Odorata Griff). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi, jenis daun mangga kwenis, dan kombinasi terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma teki (Cyperus rotundus). Penelitian dilakukan di lahan penelitian kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor, yaitu faktor pertama adalah konsentrasi bioherbisida yang terdiri dari K0(0%), K1(20%), K2(40%), dan K3 (60%), faktor kedua adalah jenis daun mangga kweni (Mangifera odorata Griff) yang terdiri dari S1(daun segar) dan S2(daun kering), dengan menggunakan 3 ulangan . Parameter yang diamati adalah tinggi gulma(cm), panjang akar(cm), berat basah(gr) dan berat kering(gr). Pengujian parameter disusun pada daftar sidik ragam dan dilakukan uji Beda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, bahwa pada perlakuan konsentrasi 60% yang terbaik untuk menekan pertumbuhan gulma teki (Cyperus rotundus). Jenis daun mangga kweni (Mangifera odorata Griff) terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma adalah jenis daun kering. Kombinasi terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma adalah dengan konsentrasi 60% alelopati ekstrak daun mangga kweni kering
Pengaruh Injeksi Batang Terhadap Populasi Elaeidobius Kamerunicus Faust Pada Bunga Jantan Rian Agung Hidayat Sihombing; Henry Budi Hasibuan
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.3048

Abstract

Elaeidobius kamerunicus merupakan serangga penyerbuk utama pada tanaman kelapa sawit yang berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan penyerbukan dan pembentukan buah. Penggunaan insektisida melalui metode injeksi batang diduga dapat memengaruhi populasi serangga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis asefat 75% yang diaplikasikan melalui injeksi batang terhadap populasi E. kamerunicus pada bunga jantan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di PT. Bumilanggeng Perdanatrada, Kalimantan Tengah, pada Desember 2025–Januari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan dosis (0, 5, 10, 15, dan 20 g) serta empat ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis asefat berpengaruh nyata terhadap populasi E. kamerunicus (F = 10,891; p = 0,001). Rata-rata populasi tertinggi diperoleh pada kontrol (3.516,75 individu), sedangkan terendah pada dosis 20 g (1.913,00 individu). Semakin tinggi dosis asefat yang diberikan, semakin rendah populasi E. kamerunicus pada bunga jantan. Penggunaan insektisida melalui injeksi batang perlu mempertimbangkan dosis yang tepat agar pengendalian hama tetap efektif tanpa mengganggu keberadaan serangga penyerbuk.
Efektifitas Pengendalian Biologis Larva Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros Linn.) Dengan Menggunakan Agensia Hayati Metharizium Anisopliae Metcsh. Ferdian Saputra; Henry Budi Hasibuan
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.3051

Abstract

Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros Linn.) merupakan hama utama yang sangat merusak tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), terutama pada fase tanaman belum menghasilkan, dengan potensi kematian tanaman muda mencapai 25%. Pengendalian kimiawi berisiko menimbulkan dampak lingkungan, sehingga jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae dipertimbangkan sebagai alternatif pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas M. anisopliae, membandingkan dosis aplikasi, dan menganalisis respons mortalitas pada berbagai instar larva O. rhinoceros. Perlakuan terdiri atas dosis 0, 25, 50, 75, dan 100 g serta tiga kelompok instar, yaitu kecil, sedang, dan besar. Pengamatan dilakukan pada hari ke-1, 3, 6, 9, 12, dan 15, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi M. anisopliae berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva, terutama pada hari ke-9 hingga ke-15. Mortalitas meningkat seiring kenaikan dosis, dari 26% pada instar 1 dosis 25 g menjadi 80% pada dosis 100 g. Mortalitas tertinggi mencapai 94% pada instar 3 dengan dosis 50 dan 100 g, sedangkan kontrol tetap 0%. Dengan demikian, M. anisopliae efektif mengendalikan larva O. rhinoceros dan berpotensi diterapkan dalam pengendalian hama terpadu.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF WIND SPEED AND CONIDIUM DENSITY ON EDAMAME LEAF SPOT (CERCOSPORA SP.) IN IMMATURE OIL PALM AREAS Muhammad Riyan Alparizi; Guntoro; Henry Budi Hasibuan
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the effects of wind speed and the number of Cercospora sp. conidia on the severity of leaf spot disease in edamame cultivated in immature oil palm areas. This research used a quantitative approach through field observations, spore trap installation, conidial counting, wind speed measurement, and disease intensity observation. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results showed that the regression model was significant simultaneously, with an F value of 6.218 and a significance value of 0.004. Partially, wind speed had a positive and significant effect on disease severity, with a t value of 3.238 and a significance value of 0.002. Meanwhile, the number of conidia had a positive effect but was not significant at the 5% level, with a significance value of 0.100. The R Square value of 0.228 indicates that 22.8% of the variation in disease severity can be explained by the number of conidia and wind speed. These findings emphasize the importance of environmental factors in the epidemiology of edamame leaf spot disease.