Sitti Najwa
Universitas Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada Pembelajaran Akuntansi Dasar di SMK Negeri 1 Bitung Sjeddie Rianne Watung; Listriyanti Palangda; Sitti Najwa
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-April "Mentoring Micro Business Groups as an Effort to Improve Communit
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6fnqrt31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran Akuntansi Dasar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bitung, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun yang menghambat penerapan media pembelajaran berbasis HOTS. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak-pihak terkait, dan analisis dokumentasi. Untuk menjamin validitas data, digunakan teknik triangulasi metode dengan membandingkan hasil dari berbagai sumber informasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan HOTS dalam pembelajaran Akuntansi Dasar telah berjalan cukup efektif, yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam tahap perencanaan, guru telah merancang perangkat pembelajaran yang mengacu pada prinsip HOTS, termasuk pembuatan soal yang menguji kemampuan berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif. Selama pelaksanaan, digunakan metode pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok dan studi kasus guna merangsang pemikiran kritis siswa. Evaluasi dilakukan melalui pemberian tugas berbasis HOTS yang menuntut kemampuan pemecahan masalah secara mendalam. Faktor-faktor yang mendukung di antaranya adalah kesiapan guru, ketersediaan sarana pembelajaran, serta antusiasme siswa yang tinggi. Namun demikian, tantangan tetap ada, seperti rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep HOTS, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurang optimalnya beberapa fasilitas pendukung.