Lantana Dion Rumpa
Universitas Kristen Indonesia Toraja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SISTEM FILTERISASI AIR TANAH BERTINGKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR BERSIH PADA RUMAH KONTRAKAN BINTOEN, KECAMATAN RANTEPAO Nitha Nitha; Nofrianto Pasae; Lantana Dion Rumpa; Suri Toding Lembang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61231

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap rumah tangga, termasuk pada rumah kontrakan yang menjadi tempat tinggal sementara bagi penyewa. Mitra kegiatan pengabdian ini, yaitu Rumah Kontrakan Bintoen di Kelurahan Rantepao, Kecamatan Rantepao, menghadapi permasalahan air sumur/air tanah yang keruh, berbau, dan diduga mengandung mikroba sehingga tidak layak digunakan secara langsung untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem filterisasi air tanah bertingkat sebagai solusi sederhana, murah, dan mudah dioperasikan oleh masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi awal air, perancangan dan instalasi dua tabung filterisasi berisi media pasir silika, pasir zeolit, pasir manganese, dan karbon aktif, dilanjutkan dengan penyaringan bertingkat menggunakan cartridge filter berukuran 5 mikron dan 1 mikron, penampungan air pada tandon yang dilengkapi kaporit untuk membunuh kuman dan mikroba, serta tahap penyaringan akhir sebelum air digunakan oleh penghuni. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah melalui seluruh tahapan filterisasi, air yang semula keruh dan berbau berubah menjadi jernih, tidak berbau, dan secara visual bebas dari kotoran serta endapan, sehingga layak digunakan untuk keperluan mandi, cuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi oleh masyarakat lain yang menghadapi permasalahan kualitas air tanah serupa.