Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pembelajaran diferensiasi terhadap deep learning siswa Sekolah Menengah Kejuruan dengan keterlibatan belajar sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Populasi penelitian mencakup siswa kelas X1 dan X2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tamiang Layang tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 54 siswa dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang mengukur manajemen pembelajaran diferensiasi, keterlibatan belajar, dan deep learning. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran diferensiasi yang meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap deep learning siswa. Selain itu, keterlibatan belajar terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara manajemen pembelajaran diferensiasi dan deep learning. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kesiapan, minat, dan kebutuhan belajar siswa mampu meningkatkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, aplikasi pengetahuan, serta refleksi diri siswa. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa manajemen pembelajaran diferensiasi yang diterapkan secara sistematis dan konsisten dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong deep learning siswa pada pendidikan vokasi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan praktik pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual di Sekolah Menengah Kejuruan dengan jumlah peserta didik terbatas.