Masih tingginya permasalahan kedisiplinan siswa serta perlunya inovasi manajemen kesiswaan yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter menjadi latar belakang penelitian ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan yang selama ini diterapkan belum sepenuhnya mampu menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Humanist-Based Student Management Model dalam meningkatkan kedisiplinan siswa pada SMA swasta di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa, terdiri atas 30 siswa kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol yang dipilih melalui purposive sampling. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan berupa penerapan Humanist-Based Student Management Model, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pola pembinaan konvensional. Data dikumpulkan melalui angket kedisiplinan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kedisiplinan kelompok eksperimen meningkat dari 68,27 menjadi 84,60, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 67,80 menjadi 73,10. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, Humanist-Based Student Management Model terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan konvensional dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Model ini berhasil melalui penguatan empati, komunikasi positif, penghargaan, pembinaan preventif, dan pendekatan restoratif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah perlu mengembangkan sistem manajemen kesiswaan humanis sebagai strategi inovatif untuk memperkuat budaya disiplin dan pendidikan karakter siswa.