Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif mengenai proses eksplorasi dan hasil penggunaan aplikasi Cubase 10.5 sebagai media pembuatan instrumen musik digital. Studi ini difokuskan untuk mengatasi permasalahan terkait kurangnya pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang dalam mengaplikasikan teknologi audio modern guna menghasilkan karya musik digital. Metode penelitian yang diimplementasikan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian melibatkan lima mahasiswa yang tergabung dalam program minat bakat aplikasi musik digital di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik UNWIRA. Data primer dan sekunder dikumpulkan secara komprehensif melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi terstruktur. Hasil penelitian membuktikan bahwa proses pembelajaran musik digital terlaksana secara sistematis melalui tiga tahap utama: orientasi, pelatihan, dan evaluasi. Tahap orientasi berhasil mengenalkan antarmuka dan fungsi dasar Cubase 10.5. Tahap pelatihan selama delapan kali pertemuan menggunakan metode drill dan recovery terbukti mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menggambar melodi pada MIDI editor, menambah instrumen virtual, dan mengatur dinamika musik. Pada tahap evaluasi, karya musik digital mahasiswa dinilai memuaskan, meski sempat terkendala oleh kapasitas RAM yang kecil dan minimnya alat bantu output bunyi. Hambatan tersebut berhasil dimitigasi melalui penggunaan perangkat tambahan dan pendekatan bimbingan individual. Kontribusi utama penelitian ini adalah menjadi referensi ilmiah bagi pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis teknologi di institusi pendidikan seni musik. Lebih lanjut, studi ini memfasilitasi integrasi IPTEK ke dalam kurikulum di pendidikan seni musik guna merespons berbagai tuntutan dari industri musik modern saat ini.