Siti Annisa Wardatul Ummah
Pascasarjana Ekonomi Syariah , Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Srategi Coping Mechanism Rumah Tangga Muslim dalam Menghadapi Inflasi Pangan Siti Annisa Wardatul Ummah; Nikmatul Masruroh
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jebmak.v5i2.1743

Abstract

Inflasi pangan yang melanda Indonesia, khususnya periode 2022–2024, menekan daya beli rumah tangga berpenghasilan rendah. Penelitian ini mengkaji strategi coping mechanism yang diterapkan oleh rumah tangga Muslim di Desa Mayang, Kabupaten Jember, dalam merespons tekanan inflasi pangan, serta menganalisisnya melalui perspektif ekonomi mikro Islam. Dengan pendekatan kualitatif desain studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang dipilih secara purposive. Temuan menunjukkan tiga klaster strategi utama: (1) adaptasi konsumsi berbasis hierarki kebutuhan dharuriyyat berupa substitusi protein hewani ke nabati dan pergeseran ke bahan pangan berbiaya rendah; (2) pemanfaatan kredit informal berbasis kepercayaan yang bersesuaian dengan prinsip Qard al-Hasan, di mana pemilik toko kelontong menyediakan utang tanpa bunga dengan mekanisme cicilan fleksibel; dan (3) aktivasi modal sosial Islam melalui praktik takaful ijtima'i dan ta'awun berupa berbagi pangan, arisan sembako, dan bantuan sosial komunitas. Nilai-nilai Islam termasuk konsep qana'ah, tawakkal, dan ukhuwwah terbukti membentuk preferensi strategi yang dipilih, menjadikan religiusitas bukan sekadar dimensi kultural melainkan mekanisme resiliensi fungsional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap literatur coping mechanism dengan mengintegrasikan dimensi keislaman yang selama ini absen dalam kajian konvensional.