p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Ibanah IJED
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGEMBANGAN WISATA ALAM NIAGARA JONGGOL (BHUTAN VAN JAVA) Ramdan Junaeni; Herman
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/yy2wcy82

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan perdesaan sering kali dihadapkan pada tantangan kerentanan ekonomi agraris dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat lokal, proses pengembangan kapasitas dan kesadaran kritis warga, serta tingkat kemandirian komunitas dalam mengelola keberlanjutan ekowisata alam Niagara Jonggol ("Bhutan van Java") di Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Community Based Research (CBR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam bersama pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemandu keselamatan (river rescue), pelaku usaha kuliner perempuan, serta tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Partisipasi masyarakat terbentuk secara organik (bottom-up) dan inklusif, dengan pembagian peran yang fungsional pada tahap operasional dan pemanfaatan hasil ekonomi secara berkeadilan, meskipun pada tahap perencanaan makro masih didominasi pengurus inti; (2) Aktivitas ekowisata berfungsi sebagai media experiential learning yang berhasil meningkatkan keterampilan hospitality, komunikasi publik, dan mitigasi bencana air, sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis (critical consciousness) warga dalam merawat ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipamingkis; (3) Komunitas lokal memiliki tingkat kemandirian (community resilience) yang tinggi dalam membiayai operasional harian secara swadaya dan menyelesaikan konflik internal melalui musyawarah adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal sosial dan kepemilikan penuh masyarakat menjadi fondasi utama keberlanjutan ekowisata perdesaan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGEMBANGAN WISATA ALAM NIAGARA JONGGOL (BHUTAN VAN JAVA) Ramdan Junaeni; Herman
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/yy2wcy82

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan perdesaan sering kali dihadapkan pada tantangan kerentanan ekonomi agraris dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat lokal, proses pengembangan kapasitas dan kesadaran kritis warga, serta tingkat kemandirian komunitas dalam mengelola keberlanjutan ekowisata alam Niagara Jonggol ("Bhutan van Java") di Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Community Based Research (CBR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam bersama pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemandu keselamatan (river rescue), pelaku usaha kuliner perempuan, serta tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Partisipasi masyarakat terbentuk secara organik (bottom-up) dan inklusif, dengan pembagian peran yang fungsional pada tahap operasional dan pemanfaatan hasil ekonomi secara berkeadilan, meskipun pada tahap perencanaan makro masih didominasi pengurus inti; (2) Aktivitas ekowisata berfungsi sebagai media experiential learning yang berhasil meningkatkan keterampilan hospitality, komunikasi publik, dan mitigasi bencana air, sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis (critical consciousness) warga dalam merawat ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipamingkis; (3) Komunitas lokal memiliki tingkat kemandirian (community resilience) yang tinggi dalam membiayai operasional harian secara swadaya dan menyelesaikan konflik internal melalui musyawarah adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal sosial dan kepemilikan penuh masyarakat menjadi fondasi utama keberlanjutan ekowisata perdesaan.