Rifqi Husein
Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Aksiologi Ilmu dalam Masyarakat Melayu: Perbandingan Era Melaka dan Indonesia Modern Rifqi Husein; Muhammad Rizal Akbar
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.737

Abstract

Artikel ini menelaah Syekh Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) (1879–1945) sebagai simpul penting jaringan keilmuan ulama Melayu lintas Selat Malaka pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Kajian ini berangkat dari pertanyaan: bagaimana pola mobilitas, transmisi otoritas keilmuan, dan sirkulasi gagasan pembaruan Islam yang menghubungkan Minangkabau–Pesisir Timur Sumatra dengan pusat-pusat ilmu di Semenanjung Malaya? Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan sejarah-intelektual dan analisis jaringan (network analysis) secara konseptual, melalui penelusuran karya, korespondensi, catatan perjalanan, serta dokumentasi lembaga pendidikan dan media keagamaan pada periode terkait. Temuan menunjukkan bahwa Haji Rasul memadukan tiga jalur pembentukan otoritas: tradisi surau dan pengajian lokal, pengalaman belajar di Haramain, serta artikulasi gagasan melalui madrasah, majalah, dan perdebatan publik. Melalui murid, keluarga intelektual, dan jejaring penerbitan, gagasan tentang tajdid, rasionalisasi pendidikan, dan etika sosial-keagamaan bergerak dinamis melintasi Selat Malaka, membentuk ruang diskursif bersama di dunia Melayu. Studi ini menyimpulkan bahwa jaringan keilmuan tersebut tidak semata hubungan guru–murid, melainkan ekosistem produksi pengetahuan yang mempertemukan mobilitas, institusi, dan media, serta berkontribusi pada transformasi Islam modern di kawasan.