Avika Dwi Astutik
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Dogma Ke Emansipasi: Rekonstruksi Ilmu Kalam Melalui Takziyah Nafs Sebagai Paradigma Teologi Islam Transformatif Avika Dwi Astutik; Dewi Ramadlani Khoirunnisa; Zidni Tsalisatul Ulya; Ali Hasan Siswanto
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.889

Abstract

Kajian teologi Islam kontemporer menunjukkan kecenderungan stagnasi epistemologis, terutama dalam tradisi Ilmu Kalam yang semakin tereduksi menjadi diskursus normatif-dogmatis dan kehilangan daya transformasinya dalam merespons problem kemanusiaan modern. Meskipun berbagai upaya rekonstruksi telah dilakukan oleh pemikir modern, kesenjangan penelitian (research gap) masih tampak pada absennya integrasi konseptual antara teologi dan Tasawuf sebagai basis epistemologi dan praksis sosial. Studi ini bertujuan untuk merekonstruksi teologi Islam menuju paradigma transformatif melalui pendekatan Tazkiyatun Nafs berbasis tauhid emansipatoris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofis-kritis dan hermeneutik reflektif terhadap literatur klasik dan kontemporer. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa Tazkiyatun Nafs tidak hanya merupakan praksis spiritual individual, tetapi dapat dikembangkan sebagai paradigma teologis yang integratif, mencakup dimensi ontologis (tauhid sebagai pembebasan), epistemologis (integrasi akal, wahyu, dan pengalaman batin), serta aksiologis (orientasi pada transformasi sosial). Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada formulasi paradigma Teologi Islam Transformatif yang mengatasi dikotomi antara teologi dan tasawuf, serta mereposisi tauhid sebagai kekuatan emansipatoris dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praksis sosial. Dengan demikian, studi ini menawarkan kerangka teoretis baru yang relevan bagi pengembangan studi Islam kontemporer yang lebih kontekstual dan transformatif.