Penerapan teknologi informasi (TI) di lingkungan perguruan tinggi menjadi faktor kunci dalam mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Politeknik MBP Medan sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di Sumatera Utara telah mengimplementasikan berbagai sistem TI untuk menunjang kegiatan akademik dan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi tingkat kapabilitas manajemen risiko TI pada proses EDM03 dan APO12 menggunakan framework COBIT 5; (2) mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara kondisi aktual dan target; (3) menentukan urutan prioritas rekomendasi perbaikan menggunakan metode AHP. Metodologi yang digunakan adalah Process Assessment Model (PAM) COBIT 5 melalui wawancara, kuesioner, dan observasi terhadap 15 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kapabilitas EDM03 berada pada Level 1 (Performed Process) dengan skor 1,55, dan APO12 pada Level 1 dengan skor 1,40, masih jauh dari target Level 3. Analisis gap mengidentifikasi 8 risiko utama. Berdasarkan pembobotan AHP terhadap 5 kriteria (dampak risiko, biaya implementasi, kesiapan SDM, urgensi waktu, dan dukungan manajemen), diperoleh urutan prioritas perbaikan: (1) Pembentukan tim manajemen risiko TI, (2) Penyusunan kebijakan dan SOP, (3) Pengembangan Disaster Recovery Plan, (4) Pembuatan risk register, (5) Peningkatan kompetensi SDM. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi perbaikan yang terukur dan terprioritaskan bagi pengelola TI di lingkungan perguruan tinggi.