Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut Perusahaan untuk memiliki infrastruktur jaringan yang stabil, handal, dan efisien dalam mendukung operasional bisnis. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas jaringan dan jumlah perangkat yang digunakan, potensi terjadinya gangguan jaringan juga semakin tinggi. Pada PT Mahaga Pratama, proses deployment sistem monitoring jaringan yang meliputi instalasi dan konfigurasi masih dilakukan secara manual serta belum terintegrasi dengan sistem notifikasi otomatis, sehingga proses konfigurasi kurang efisien dan berpotensi menimbulkan human error. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan otomasi deployment Network Monitoring System menggunakan Zabbix berbasis GitHub dengan integrasi notifikasi Telegram. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, verifikasi, dan pemeliharaan. Infrastruktur sistem dibangun menggunakan Virtual Machine berbasis Nutanix AHV dengan sistem operasi Ubuntu Server. Proses otomasi diwujudkan melalui pembuatan automation script pada repositori GitHub untuk mengotomatisasi instalasi dan konfigurasi Docker serta Zabbix secara konsisten. Pengujian sistem dilakukan melalui implementasi, simulasi fungsional, serta verifikasi kestabilan sistem selama tujuh hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan deployment otomatis menggunakan automation script serta mampu memantau parameter jaringan seperti CPU, memori, bandwidth, dan status perangkat secara real-time. Integrasi Telegram Webhook API berhasil mengirimkan notifikasi gangguan (problem) dan pemulihan (recovery) secara otomatis ke grup teknisi. Selain itu, implementasi sistem berhasil mengotomatisasi proses deployment dan monitoring jaringan sehingga konfigurasi menjadi lebih terstruktur dan konsisten serta memungkinkan administrator menerima notifikasi gangguan secara real-time.