This Author published in this journals
All Journal Frontier Agribisnis
Taufiq Rusydi
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Petani terhadap Teknologi Padi Apung di Desa Sampurna Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Taufiq Rusydi; Mariani Mariani; Windi Bunga Devita
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.19106

Abstract

Kabupaten Barito Kuala merupakan sentra produksi padi lahan pasang surut di Kalimantan Selatan yang rentan banjir tahunan, membatasi petani pada satu musim tanam per tahun. Teknologi padi apung diperkenalkan sebagai solusi adaptif sejak 2022 di Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, namun tingkat adopsinya tetap sangat rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani terhadap teknologi padi apung berdasarkan lima dimensi inovasi Rogers serta hubungannya dengan karakteristik internal petani. Penelitian dilaksanakan Juli 2025 hingga Februari 2026 dengan 30 responden anggota Gapoktan Maju Rukun menggunakan kombinasi purposive sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan skala Likert serta uji korelasi Rank Spearman. Persepsi petani secara keseluruhan berada pada kategori Positif (skor rata-rata 3,110). Dimensi observabilitas memperoleh skor tertinggi (3,894) sedangkan kesederhanaan mencatat skor terendah (2,606 - Negatif). Pendidikan formal (rs = 0,504) dan non-formal (rs = 0,524) berhubungan signifikan positif dengan persepsi; umur (rs = -0,444) dan pengalaman bertani (rs = -0,433) berhubungan signifikan negatif; luas lahan dan jumlah tanggungan tidak signifikan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan intensif dan penyederhanaan desain rakit berbahan lokal merupakan strategi kunci untuk mendorong adopsi teknologi padi apung secara lebih luas di lahan rawa pasang surut.