Mariani Mariani
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Preferensi Konsumen Pembelian Beras di Toko Ipul Pasar Bauntung Kota Banjarbaru Bintang Putri Perdana Singgih; Mariani Mariani; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, keputusan, dan preferensi konsumen dalam membeli beras di Toko Beras Ipul, Pasar Tradisional Modern Bauntung Kota Banjarbaru. Kebutuhan akan beras yang bervariasi jenis, mutu, dan pengemasan mendorong perubahan perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh dari 50 responden melalui penyebaran kuesioner menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan frekuensi karakteristik dan kecenderungan preferensi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen berusia 30–34 dan 45–49 tahun (masing-masing 16%), berjenis kelamin perempuan (68%), bekerja tetap (58%), berpendapatan > Rp3.500.000 (42%), dan berpendidikan SMA sederajat (44%). Keputusan pembelian didominasi oleh konsumen lokal (50%) dengan pertimbangan utama kualitas beras (60%) untuk konsumsi keluarga (60%). Preferensi konsumen menunjukkan bahwa jenis beras lokal lebih disukai (39%), namun komposisi konsumsi saat dimasak cenderung menggunakan beras non-lokal (46%). Sebagian besar konsumen membeli beras secara eceran (44%) dengan frekuensi pembelian seminggu sekali (42%). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor demografis dan atribut beras mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi pedagang dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan sesuai dengan segmentasi pasar.
Modal Sosial Kelompok Tani Sayuran di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Husna Sofaria Fitriana; Masyhudah Rosni; Mariani Mariani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v6i1.20469

Abstract

Modal sosial dalam masyarakat berkembang sejalan dengan kemajuan manusia. Modal sosial yang terbentuk melalui interaksi antar petani dalam kelompok tani adalah modal yang dinamis dan terus mengalami perkembangan.Oleh karena itu, dinamika petani sayur dalam menjalankan kegiatan pertanian mereka sangat dipengaruhi oleh modal sosial yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari para petani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat modal sosial kelompok tani sayuran di Kelurahan Landasan Ulin Utara. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 30 responden, yang terdiri dari 15 ketua kelompok tani dan 15 anggota kelompok tani, menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner yang telah disiapkan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, serta instansi terkait yaitu BPS Kota Banjarbaru, Kelurahan Landasan Ulin Utara, dan UPT BPP Liang Anggang. Penelitian ini menganalisis tingkat modal sosial dalam kelompok tani berdasarkan unsur utama modal sosial yaitu kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial. Analisis yang digunakan adalah analisis persentase dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tingkat modal sosial kelompok tani sayuran di Kelurahan Landasan Ulin Utara termasuk dalam kategori tinggi dengan perolehan skor rata-rata 123,8 dengan persentase sebesar 82,52%.
Persepsi Petani terhadap Teknologi Padi Apung di Desa Sampurna Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Taufiq Rusydi; Mariani Mariani; Windi Bunga Devita
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.19106

Abstract

Kabupaten Barito Kuala merupakan sentra produksi padi lahan pasang surut di Kalimantan Selatan yang rentan banjir tahunan, membatasi petani pada satu musim tanam per tahun. Teknologi padi apung diperkenalkan sebagai solusi adaptif sejak 2022 di Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, namun tingkat adopsinya tetap sangat rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani terhadap teknologi padi apung berdasarkan lima dimensi inovasi Rogers serta hubungannya dengan karakteristik internal petani. Penelitian dilaksanakan Juli 2025 hingga Februari 2026 dengan 30 responden anggota Gapoktan Maju Rukun menggunakan kombinasi purposive sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan skala Likert serta uji korelasi Rank Spearman. Persepsi petani secara keseluruhan berada pada kategori Positif (skor rata-rata 3,110). Dimensi observabilitas memperoleh skor tertinggi (3,894) sedangkan kesederhanaan mencatat skor terendah (2,606 - Negatif). Pendidikan formal (rs = 0,504) dan non-formal (rs = 0,524) berhubungan signifikan positif dengan persepsi; umur (rs = -0,444) dan pengalaman bertani (rs = -0,433) berhubungan signifikan negatif; luas lahan dan jumlah tanggungan tidak signifikan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan intensif dan penyederhanaan desain rakit berbahan lokal merupakan strategi kunci untuk mendorong adopsi teknologi padi apung secara lebih luas di lahan rawa pasang surut.