Sektor pertanian menghadapi tantangan serius dalam regenerasi tenaga kerja akibat rendahnya minat Generasi Z, yang dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap pekerjaan pertanian yang dianggap konvensional dan kurang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen jenjang karir di PT Mitra Puding Mas (MPM) mampu meningkatkan daya tarik dan retensi tenaga kerja muda di wilayah perkebunan terpencil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur (library research) berbasis data sekunder yang bersumber dari artikel ilmiah bereputasi, laporan tahunan perusahaan, dan publikasi resmi ANJ Group, yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPM mengembangkan sistem jenjang karir berbasis meritokrasi yang memberikan kejelasan roadmap karir bagi tenaga kerja muda. Transformasi digital melalui electronic shoots (e-shoots) dan drone monitoring turut mengubah citra pekerjaan pertanian menjadi lebih modern dan relevan bagi karakteristik Generasi Z, sementara program Candidate Integrated Development Program (CIDP) memperkuat kesiapan kerja dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Di wilayah terpencil, strategi penyediaan fasilitas Wi-Fi, housing modern, dan sarana komunitas terbukti berperan penting dalam meningkatkan retensi karyawan melalui perbaikan kualitas work-life. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen karir di sektor agribisnis modern ditentukan oleh integrasi tiga elemen utama, yaitu sistem karir berbasis meritokrasi, transformasi digital, dan lingkungan kerja adaptif yang mampu menjawab tantangan spesifik wilayah terpencil.