Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Karir di PT Mitra Puding Mas untuk Meningkatkan Daya Tarik Generasi Z di Sektor Agribisnis Rahmawati Rahmawati; Dewi Stopia Nengsi; Devi Monika Sihite; Indra Cahyadinata; Gita Mulyasari; Alia Azmi; Septri Widiono
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.18835

Abstract

Sektor pertanian menghadapi tantangan serius dalam regenerasi tenaga kerja akibat rendahnya minat Generasi Z, yang dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap pekerjaan pertanian yang dianggap konvensional dan kurang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen jenjang karir di PT Mitra Puding Mas (MPM) mampu meningkatkan daya tarik dan retensi tenaga kerja muda di wilayah perkebunan terpencil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur (library research) berbasis data sekunder yang bersumber dari artikel ilmiah bereputasi, laporan tahunan perusahaan, dan publikasi resmi ANJ Group, yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPM mengembangkan sistem jenjang karir berbasis meritokrasi yang memberikan kejelasan roadmap karir bagi tenaga kerja muda. Transformasi digital melalui electronic shoots (e-shoots) dan drone monitoring turut mengubah citra pekerjaan pertanian menjadi lebih modern dan relevan bagi karakteristik Generasi Z, sementara program Candidate Integrated Development Program (CIDP) memperkuat kesiapan kerja dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Di wilayah terpencil, strategi penyediaan fasilitas Wi-Fi, housing modern, dan sarana komunitas terbukti berperan penting dalam meningkatkan retensi karyawan melalui perbaikan kualitas work-life. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen karir di sektor agribisnis modern ditentukan oleh integrasi tiga elemen utama, yaitu sistem karir berbasis meritokrasi, transformasi digital, dan lingkungan kerja adaptif yang mampu menjawab tantangan spesifik wilayah terpencil.
Analisis Produksi dan Komoditas Sayuran Unggulan di Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2023–2024 Dewi Stopia Nengsi; Reflis Reflis; Devi Monika Sihite; Rahmawati Rahmawati; Aliyanti Zumrona
Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jubikin.v2i4.1077

Abstract

This study aims to analyze production levels and identify leading vegetable commodities in Rejang Lebong Regency during the period of 2023–2024. The data used is secondary data sourced from the Rejang Lebong Regency Agriculture Office and empirical calculations based on Location Quotient (LQ) analysis. The results show that the total vegetable production in Rejang Lebong Regency in 2023 reached 3,451,596 quintals and decreased to 3,198,925 quintals in 2024. The commodities with the highest average production were cabbage (647,021 quintals), eggplant (646,994.5 quintals), and carrots (339,041.5 quintals), while the lowest production was found in kale and long beans. LQ analysis shows that there are eight leading commodities (LQ > 1), namely spring onions, green beans, cauliflower, potatoes, cabbage, mustard greens, carrots, and large chilies, most of which are highly competitive highland crops. The results of this study confirm that Rejang Lebong Regency has strong potential as a horticultural center in Bengkulu Province. Therefore, a commodity-based agricultural development strategy is needed that is oriented towards increasing productivity, added value, and the region's competitiveness in a sustainable manner.