Felisitas Emerentiana K Henjang
Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARTISIPASI KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN WISATA DESA PANDANREJO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU: Youth Organization Participation in the Management of Pandanrejo Tourism Village Bumiaji District Batu City Felisitas Emerentiana K Henjang; Abd. Rohman
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi Karang Taruna dalam pengelolaan wisata Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berdasarkan prinsip-prinsip partisipasi Sumampouw serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Karang Taruna telah berjalan pada enam prinsip partisipasi, yaitu cakupan, kesetaraan dan kemitraan, transparansi, kesetaraan kewenangan, kesetaraan tanggung jawab, dan kerja sama. Namun, prinsip kesetaraan dan kemitraan belum sepenuhnya optimal karena pengambilan keputusan strategis masih didominasi oleh pemerintah desa. Faktor pendukung meliputi komunikasi yang baik, dukungan pemerintah desa, kerja sama antarpemangku kepentingan, serta ketersediaan sarana pendukung. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya partisipasi sebagian anggota, belum optimalnya mekanisme akuntabilitas, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas partisipasi tidak hanya ditentukan oleh tingkat keterlibatan anggota, tetapi juga oleh tata kelola kolaboratif yang mendukung pengelolaan wisata desa secara berkelanjutan.