Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Ekstrak Etanol Daun Kipahit (Tithonia Diversifolia) Terhadap Kadar Gula Darah, Malondialdehide, Profil Lipid, HMG-COA pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin (STZ) dan High Fatty Diet (HFD) Rosmauli Napitupulu; Jekson Siahaan; Endy Endy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5794

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi global yang terus meningkat. Tithonia diversifolia (kipahit) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek ekstrak etanol daun kipahit terhadap gula darah, antioksidan (MDA), profil lipid, dan HMG-CoA pada tikus Wistar yang diinduksi STZ dan HFD. Penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only controlled group menggunakan 36 tikus dibagi menjadi 6 kelompok: kontrol normal, kontrol negatif (STZ+HFD), kontrol positif (STZ+HFD+metformin), dan 3 kelompok perlakuan dengan dosis 100, 150, dan 200 mg/kgBB. Parameter yang diukur meliputi berat badan, gula darah, MDA, profil lipid, dan HMG-CoA. Hasil menunjukkan efek signifikan: penurunan MDA (p=0,003) terutama pada dosis 100 mg/kgBB (8,91±3,90 µmol/L) dibanding kontrol diabetes (94,66±35,06 µmol/L); proteksi berat badan (p<0,001); efek hipoglikemik dengan dosis 200 mg/kgBB terbaik (112,17±13,50 mg/dL); perbaikan profil lipid dengan penurunan trigliserida (p=0,028), peningkatan HDL (p=0,042), dan penurunan LDL (p=0,028); tidak ada efek signifikan pada HMG-CoA (p=0,524). Molecular docking menunjukkan senyawa aktif memiliki afinitas pengikatan superior terhadap HMG-CoA dan leptin dibanding metformin. Tidak ada dosis tunggal optimal untuk semua parameter: dosis 100 mg/kgBB untuk antioksidan dan berat badan, 150 mg/kgBB untuk profil lipid, dan 200 mg/kgBB untuk kontrol glikemik. Hasil ini mendukung daun kipahit sebagai terapi komplementer potensial untuk pengelolaan diabetes melitus.