Infeksi kecacingan masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah yang erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama kebersihan kuku dan kebiasaan mencuci tangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat siswa dalam pencegahan kecacingan melalui edukasi, skrining kebersihan kuku, dan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kegiatan dilaksanakan pada 70 siswa kelas V SD UMP Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melalui tahapan penyuluhan mengenai penyakit kecacingan, observasi kebersihan kuku yang dipadukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, serta demonstrasi dan praktik tujuh langkah CTPS sesuai standar. Keberhasilan kegiatan dievaluasi berdasarkan distribusi kategori kebersihan kuku serta keterampilan siswa dalam mempraktikkan CTPS. Hasil skrining menunjukkan bahwa 38 siswa (54,3%) memiliki kebersihan kuku kategori baik, 12 siswa (17,1%) kategori cukup, dan 20 siswa (28,6%) kategori kurang, sehingga target minimal 50% kategori baik telah tercapai. Selain itu, siswa mampu mempraktikkan tujuh langkah CTPS dengan benar setelah mengikuti demonstrasi dan pendampingan, yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mencuci tangan sesuai prosedur. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pemahaman siswa mengenai hubungan antara kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan pencegahan infeksi kecacingan, serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kombinasi edukasi, skrining kesehatan, dan praktik CTPS merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan kecacingan pada anak usia sekolah.