Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas V SDN Tanjungpura 01, yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah konvensional satu arah. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya rasa percaya diri siswa, minimnya kolaborasi antar-siswa, serta mudahnya konsentrasi mereka terdistraksi oleh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan keaktifan serta hasil belajar siswa melalui penerapan variasi metode pembelajaran interaktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 37 siswa kelas V D. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, pedoman wawancara, dokumentasi, dan tes evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan pencapaian akademis siswa secara bertahap. Nilai rata-rata kelas mengalami kenaikan dari 36,22 pada Siklus I menjadi 56,38 pada Siklus II. Sejalan dengan itu, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 0% pada Siklus I menjadi 13,51% (5 siswa mencapai KKM) pada Siklus II. Meskipun ketuntasan belum maksimal akibat kendala psikologis dan hambatan fokus internal siswa, penerapan metode interaktif terbukti mampu memicu keberanian siswa untuk bertanya, menjawab pertanyaan, dan mengurangi perilaku pasif di kelas. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa integrasi ragam metode pembelajaran interaktif yang fleksibel secara efektif dapat mengurangi hambatan komunikasi dan menumbuhkan kemandirian belajar siswa ke arah yang lebih positif.