Muhammad Nuryasin
Universitas Pelita Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Nilai Tasawuf dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Lembaga Pendidikan Islam Muhammad Nuryasin; Andriyan Wijayanto; Ismail Mubarok; RG Syahir Karim Syahputra; Rivai Lutfi Rachman
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1088

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam pengembangan peserta didik di lembaga pendidikan Islam, terutama dalam menghadapi tantangan degradasi moral di era modern. Salah satu pendekatan yang relevan adalah internalisasi nilai tasawuf yang menekankan aspek spiritual, akhlak, dan pengendalian diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses internalisasi nilai tasawuf berkontribusi dalam pembentukan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian, yang diterbitkan pada rentang tahun 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf seperti ikhlas, sabar, tawakal, zuhud, dan muhasabah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan bertanggung jawab pada peserta didik. Proses internalisasi nilai-nilai tersebut berlangsung melalui tiga strategi utama, yaitu integrasi dalam kurikulum, pembiasaan dalam aktivitas harian, dan keteladanan pendidik, yang didukung oleh lingkungan pendidikan yang kondusif sebagai faktor penguat keberhasilan internalisasi. Dengan demikian, penerapan nilai tasawuf secara sistematis dan berkelanjutan dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pendidikan karakter berbasis spiritualitas Islam yang lebih holistik dan kontekstual.