Abdullah Khusairi
Islamic of State University Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REKONSTRUKSI BATIN MANUSIA SEBAGAI PUSAT RESISTENSI: GAGASAN ETIKA DIGITAL PERSPEKTIF PEMIKIRAN BEDIUZAMAN SAID NURSI Abdullah Khusairi; Muh Khamdan; Meysanda Nurhayati; Tahir Tahir
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v12i1.345

Abstract

Artikel ini mengkaji etika digital dalam konteks masyarakat algoritmik melalui perspektif Bediuzzaman Said Nursi. Pada era digital kontemporer, platform media sosial telah bertransformasi menjadi ruang yang digerakkan oleh algoritma yang membentuk perhatian, perilaku, dan persepsi moral manusia. Kondisi ini mengkhawatirkan terjadinya kesadaran moral, penyebaran misinformasi, malinformasi dan disinformasi serta melemahnya kesadaran spiritual dalam interaksi daring. Meskipun studi-studi tentang etika digital selama ini didominasi oleh kerangka teori Barat seperti teori tindakan komunikatif dan kapitalisme pengawasan, perhatian terhadap epistemologi spiritual Islam masih sangat terbatas. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan kualitatif yang dipadukan dengan Analisis Wacana Kritis, penelitian ini menganalisis konsep-konsep kunci dalam pemikiran Nursi, yaitu ghaflah (kelalaian spiritual), tafakkur (perenungan), dan iman tahqiqi (iman yang terverifikasi), dalam kaitannya dengan budaya algoritmik. Hasil penelitian menunjukkan, sistem algoritmik memperkuat kondisi distraksi yang sejalan dengan konsep ghaflah, sekaligus melemahkan kemampuan refleksi moral. Sebaliknya, tafakkur dan iman tahqiqi berfungsi sebagai mekanisme epistemik dan spiritual yang memungkinkan terbentuknya resistensi moral terhadap ekonomi perhatian yang digerakkan oleh algoritma. Penelitian ini menyimpulkan, etika digital perlu melampaui kerangka teknis dan komunikatif dengan memasukkan kesadaran spiritual sebagai dimensi fundamental kesadaran manusia. Integrasi epistemologi spiritual Nursi dalam etika digital menawarkan perspektif baru untuk memahami implikasi moral dari tata kelola algoritmik dalam masyarakat kontemporer.