M Syukri Rizki Hamdalah
Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI VISUAL MODERASI BERAGAMA DALAM SERIAL ANIMASI UPIN DAN IPIN: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Luthfiyah Mahrusah; Sri Mulianah; Muhamad Noval Karom; Ninda Nurul Fadhilah; M Syukri Rizki Hamdalah
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v8i2.11011

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi visual moderasi beragama dalam serial animasi Upin dan Ipin serta menjelaskan pembentukan makna melalui relasi penanda dan petanda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain semiotika Ferdinand de Saussure. Data berasal dari korpus tiga episode bertema perayaan, yaitu Ramadan dan Hari Raya, Gong Xi Fa Cai, serta Deepavali, yang diakses melalui YouTube. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menyimak tayangan berulang, melakukan segmentasi adegan, mencatat menit adegan, mengambil tangkapan layar, dan menyalin dialog relevan. Unit analisis ditetapkan pada tingkat adegan atau rangkaian adegan koheren yang menampilkan relasi lintas identitas. Analisis mencakup identifikasi penanda visual seperti simbol perayaan, ruang domestik dan ruang publik, gestur kebersamaan, serta tindakan partisipatif, lalu penafsiran petanda dan kategorisasi berdasarkan empat pilar moderasi beragama, yaitu antikekerasan, kebangsaan, toleransi, dan anti radikalisme. Hasil menunjukkan bahwa moderasi beragama direpresentasikan sebagai pola sosial berulang melalui rumah yang terbuka, berbagi makanan, gotong royong, dan keterlibatan anak membantu persiapan perayaan pihak lain, sehingga koeksistensi dipahami sebagai kebiasaan hidup bersama yang damai. Temuan ini mendukung literasi visual dalam Pendidikan Agama Islam dan penguatan kebijakan konten ramah anak, sementara studi resepsi audiens disarankan sebagai riset lanjutan. Pemetaan penanda petanda menunjukkan struktur representasi yang stabil dan mudah ditelusuri antar episode konsisten.
Western Music and Islamic Character among Generation Z: A Qualitative Analysis of Digital Music Culture Lutfiyah Mahrusah; M Syukri Rizki Hamdalah
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/4d6gzh25

Abstract

The growing circulation of Western popular music through digital platforms raises important questions about how cultural values are represented and negotiated within Islamic education. This study examines moral, emotional, and identity-related values in Western popular music and publicly accessible digital discourse relevant to Muslim Generation Z. Using qualitative digital content analysis, digital materials were selected through criterion-based purposive sampling from YouTube, TikTok, and Spotify between January and July 2025. The corpus comprised 12 songs by Taylor Swift, Olivia Rodrigo, and Billie Eilish, 300 YouTube comments, 150 TikTok comments/posts or short-video responses, 20 relevant hashtags, and 25 platform metadata records. Data were analyzed through inductive and deductive thematic content analysis and interpreted using ta’dib, tazkiyah al-nafs, akhlaq al-karimah, social learning theory, and cultivation theory. Three themes emerged: emotional identification and moral ambiguity, negotiation of autonomy and individual-oriented values, and selective adaptation through digital recontextualization of Islamic values. The findings indicate that digital popular music functions as a site of emotional meaning-making and value negotiation without establishing causal effects on moral development. The study contributes an integrative perspective and proposes Critical Islamic Media Literacy as a pedagogical framework for ethical engagement with digital popular culture within contemporary Islamic educational contexts in Indonesia.