Kimson Sianturi
STT Harapan Baru Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MOTIVASI BELAJAR ERA TRANSFORMASI DIGITAL Eddy Danukusumah; Kimson Sianturi
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.382

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi yang semakin luas dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, perkembangan media digital juga menghadirkan tantangan terhadap motivasi belajar peserta didik akibat meningkatnya distraksi teknologi, budaya hiburan digital, serta menurunnya konsentrasi belajar. Kondisi tersebut berdampak pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan tanggung jawab belajar peserta didik sehingga Pendidikan Agama Kristen dituntut menghadirkan strategi pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan transformatif di era digital modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi tantangan motivasi belajar pada era transformasi digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memengaruhi pola belajar peserta didik serta menuntut pendekatan pedagogi yang adaptif, humanis, dan berbasis nilai Kristiani. Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting sebagai motivator, pembimbing spiritual, dan teladan dalam membangun motivasi belajar peserta didik secara holistik. Strategi pedagogi Kristen yang integratif, reflektif, dan partisipatif mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik di tengah tantangan budaya digital. Pendidikan Agama Kristen juga berperan penting dalam membentuk karakter, spiritualitas, serta etika digital peserta didik secara berkelanjutan