I Ketut Sutapa
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Segulung Era, Sepetak Lahan Kadek Agung Arya Krisna Kusmawa; Ida Ayu Wimba Ruspawati; I Ketut Sutapa
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 6 No 1 (2026): Jurnal IGEL: Journal Of Dance
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v6i1.4942

Abstract

Work of Dance The 'Segulung Era, Sepetak Lahan' A Written Report and Presentation For Choreography Major Indonesian Institute of the Arts Denpasar Independent Study Program/Project 2025 By: Kadek Agung Arya Krisna Kusmawa This research focuses on the creation of a contemporary dance work titled "Segulung Era, Sepetak Lahan", which addresses social and cultural issues related to the shrinking agricultural land in Bali, particularly concerning the Sukawati Tobacco. The phenomenon of land contraction is driven by modernization and the development of the tourism sector, which leads to the conversion of agricultural land into commercial areas. This dance work aims to raise public awareness about the importance of preserving local agricultural culture and maintaining traditional cultural heritage amidst the forces of modernization. The creative process of this dance work utilizes the Collaborative Creation Method developed by Teater Garasi Yogyakarta, which includes stages of Locating the Question, Sourcework, Improvisation, Codification, Composition, and Presentation. Through this work, the author seeks to encourage the younger generation to revisit and preserve local agricultural culture, particularly the Mako Sukawati tobacco, which is increasingly eroded by globalization. Keywords: Sukawati Tobacco, Land Shrinking, Modernization, and Cultural Preservation.
Tanjung Sambuk: Visualisasi Ritual Hindu Dalam Estetika Tari Kontemporer Ida Bagus Yodhie Harischandra; I Ketut Sutapa; Sulistyani
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 5 No 2 (2025): Jurnal IGEL: Journal Of Dance VOL.5 NO.2, Oktober 2025
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v5i2.6070

Abstract

AbstrakKarya tari kontemporer di Bali kerap menjadi ruang negosiasi antara tradisi ritual dan inovasi artistik. TanjungSambuk lahir dari inspirasi prosesi pengantin Hindu setelah upacara mekala- kalaan dan sebelum natab mewidi-widana, tepat pada momen intim di bilik pengantin ketika pasangan berbagi rasa bahagia, haru, dan keraguan.Latar belakang ini menegaskan urgensi penelitian, yakni bagaimana ritual sakral dapat direinterpretasi dalambentuk tari kontemporer yang tetap berpijak pada nilai estetika Hindu. Permasalahan utama yang diangkat adalahbagaimana simbolisasi emosi dan ritus pengantin divisualkan melalui medium tari sehingga relevan dengankonteks seni pertunjukan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode Angripta Sesolahan (menciptakan tari-tarian), dengan pendekatan kualitatif berbasis praktik artistik. Teori yang digunakan meliputi etnoestetika(Kaeppler), performativitas (Schechner), dan simbolisme ritual (Turner), sehingga analisis mencakup aspek prosespenciptaan, bentuk, serta makna simbolik pertunjukan. Eksperimen artistik diwujudkan melalui koreografiberkelompok (4 penari laki-laki, 4 perempuan) dengan iringan teknologi musik digital (Musical Instrument DigitalInterface [MIDI]) berdurasi 12 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanjung Sambuk berhasil menghadirkanruang estetis yang memadukan ekspresi emosional pengantin dengan inovasi kontemporer tanpa kehilangan akarritus Hindu. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi praktik ritual ke dalam koreografi kontemporer berbasisMIDI, yang sekaligus membuka perspektif baru tentang estetika tari Bali modern sebagai medium transformasinilai religius dan emosional.Kata kunci: Tanjung Sambuk; Ritual Hindu; Estetika Tari; Kontemporer; Etnoestetika.