Nurul Izzaty Rery
Fakultas Kedokteran, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HIPERGLIKEMIA DAN EARLY NEUROLOGICAL DETERIORATION SETELAH TROMBOLISIS PADA STROKE ISKEMIK AKUT: LAPORAN KASUS: HYPERGLYCEMIA AND EARLY NEUROLOGIC DETERIORATION AFTER THROMBOLYSIS IN ACUTE ISCHEMIC STROKE: A CASE REPORT Novia Aiko; Agustiawan; Nurul Izzaty Rery
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 26 No. 1 (2027): Januari 2027
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v26i1.1316

Abstract

Early neurological deterioration (END) merupakan komplikasi yang dapat terjadi setelah intravenous recombinant tissue plasminogen activator (IV-rtPA) pada stroke iskemik akut dan berhubungan dengan luaran klinis yang buruk. Hiperglikemia diketahui berperan dalam memperburuk cedera iskemik dan diduga meningkatkan risiko END, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Seorang perempuan berusia 49 tahun datang dengan hemiparesis dekstra dan disartria yang timbul mendadak. Pemeriksaan awal menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) menunjukkan skor 8. Pasien memenuhi kriteria terapi IV-rtPA dan mengalami perbaikan neurologis awal dengan penurunan NIHSS menjadi 3 satu jam setelah trombolisis, kemudian menjadi 1 pada evaluasi 24 jam. Namun, pada hari kelima perawatan terjadi END dengan peningkatan NIHSS menjadi 10 disertai hiperglikemia persisten (HbA1c 8,7% dan glukosa darah tidak terkontrol selama perawatan). Evaluasi klinis dan penunjang tidak menunjukkan bukti perdarahan intrakranial maupun penyebab lain yang jelas terhadap perburukan neurologis. Kasus ini menunjukkan bahwa hiperglikemia persisten dapat berkontribusi terhadap terjadinya END setelah terapi IV-rtPA pada stroke iskemik akut. Pemantauan dan pengendalian glukosa darah secara ketat selama fase akut merupakan bagian penting dari tata laksana pasien untuk mengoptimalkan luaran neurologis.