This study aims to reveal the symbolic meaning and mythologization of Prabu Brawijaya in the ujub mantra text of the Ganti Langse traditional ceremony at Palenggahan Ageng Srigati. This research uses a qualitative descriptive method. Data were collected through document analysis of the ujub mantra text written by Suwardi. Data analysis employed Paul Ricoeur’s hermeneutics of suspicion, including stages of data segmentation, coding, interpretation, and synthesis. The results show that the ujub mantra contains symbolic structures that function to mythologize and mystify the figure of Prabu Brawijaya as a center of cultural authority, constructed through literary narratives and collective beliefs rather than historical facts. These findings indicate that the mantra operates as a medium of ideological representation and cultural legitimation. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dan proses mitologisasi tokoh Prabu Brawijaya dalam teks mantra ujub pada upacara adat Ganti Langse di Palenggahan Ageng Srigati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen terhadap teks mantra ujub yang ditulis oleh Suwardi. Analisis data menggunakan hermeneutika kecurigaan Paul Ricoeur, yang meliputi tahap segmentasi data, pengodean, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra ujub mengandung struktur simbolik yang berfungsi untuk memitologisasi dan memistifikasi tokoh Prabu Brawijaya sebagai pusat otoritas kultural, yang dikonstruksi melalui narasi sastra dan kepercayaan kolektif, bukan sebagai fakta historis. Temuan ini menunjukkan bahwa mantra berfungsi sebagai media representasi ideologis dan legitimasi budaya.