This Author published in this journals
All Journal Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Model Air (Auditory, Intellectually, Repetition) melalui Youtube Untuk Meningkatkan Literasi Menulis Teks Berita Fidyatun Hasanah; Maizar Karim; Ade Kusmana
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1680

Abstract

Language learning encompasses four fundamental skills: listening, speaking, reading, and writing. These skills are interrelated and form the foundation of linguistic competence that students must master throughout the learning process. In the context of Indonesian language education, writing is often considered the most complex skill because it requires logical thinking, systematic organization of ideas, and accurate use of linguistic structures and conventions. Therefore, a learning model that integrates auditory, cognitive, and repetitive aspects is needed to help students develop their writing skills more effectively. This study aims to describe the implementation of the AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) learning model through the YouTube platform as an effort to improve students’ news text writing literacy, particularly among students of MA Jauharen Jambi. The study was motivated by the low ability of students to write coherent, objective news texts that adhere to journalistic conventions. Preliminary classroom observations revealed that students at MA Jauharen faced difficulties in beginning news writing because they were accustomed to using narrative writing patterns that tend to be chronological and subjective. Moreover, environmental constraints in the boarding school—such as restrictions on gadget use and television access—limited their exposure to current news topics. The AIR learning model was chosen because it emphasizes auditory engagement, conceptual understanding, and repetition as reinforcement in developing writing proficiency. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two classes: an experimental class and a control class, with a total of 35 students. Data were collected through pre- and post-tests of news text writing and observations of classroom activities. The findings show that implementing the AIR learning model via YouTube significantly improved students’ writing literacy. Students demonstrated better performance in structuring news texts, using appropriate language, and creatively processing information. Therefore, integrating the AIR model with the YouTube platform can serve as an effective alternative instructional strategy for teaching writing skills at the senior high school level. AbstrakPembelajaran Bahasa memiliki empat keterampilan utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan dan membentuk dasar kompetensi berbahasa yang harus dikuasai peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis sering dianggap paling kompleks karena menuntut kemampuan berpikir logis, menyusun ide secara sistematis, serta menggunakan struktur dan kaidah kebahasaan secara tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek pendengaran, pemahaman, dan pengulangan agar siswa dapat mengembangkan keterampilan menulis secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) melalui platform YouTube sebagai upaya peningkatan literasi menulis teks berita siswa SMA Khususnya di MA Jauharen Jambi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks berita secara runtut, objektif, dan sesuai kaidah jurnalistik dan berdasarkan observasi awal peneliti dilapangan menemukan fakta bahwa siswa di MA Jauharen ini masih mengalami kesulitan dalam memulai menulis teks berita karena terbiasa menggunakan pola penulisan naratif yang bersifat kronologis dan subjektif dan juga keterbatasan lingkungan Pondok yang tidak memperbolehjan membawa gawai dan menonton telvisi sehingga maereka tidak update terkait berita. Nah dengan Model AIR ini dipilih karena menekankan pada proses pembelajaran yang melibatkan pendengaran, pemahaman konseptual, dan pengulangan sebagai penguatan keterampilan menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam penelitian ini siswa ada 35 orang dan itu dua kelas serta data diperoleh melalui tes menulis teks berita sebelum dan sesudah perlakuan serta observasi aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran AIR melalui media YouTube berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi menulis siswa. Siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun struktur teks berita, penggunaan bahasa, serta kreativitas dalam mengolah informasi. Dengan demikian, integrasi model AIR dan platform YouTube dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam pengajaran keterampilan menulis di tingkat SMA.