Strengthening the character of critical thinking is one of the main goals of the Independent Curriculum, especially Indonesian learning in schools. However, Indonesian learning is still dominated by conventional teaching materials that are less contextual, textual, and have not integrated local wisdom or a multimodal approach. This research aims to develop teaching materials that are integrated between multimodal texts and local wisdom as a step to improve students' critical thinking character. The research uses the Research and Development (RD) method with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research was conducted at SMP Negeri 1 Sumber, Cirebon. Data is collected through questionnaires, observations, and expert validation. The data was analyzed in a qualitative descriptive manner. The results of the study showed that the teaching materials developed were in the category of very feasible and received a very positive response from students. Multimodal teaching materials based on local wisdom are able to increase student involvement in learning and encourage the development of critical thinking character. This research contributes to the development of Indonesian learning that is contextual, multimodal, and oriented towards strengthening students' character AbstrakPenguatan karakter berpikir kritis merupakan salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Namun, pembelajaran Bahasa Indonesia masih didominasi bahan ajar konvensional yang kurang kontekstual, bersifat tekstual, dan belum mengintegrasikan kearifan lokal maupun pendekatan multimodal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar yang terintegrasi antara teks multimodal dengan kearifan lokal sebagai langkah untuk meningkatkan karakter berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Sumber, Cirebon. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan validasi ahli. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dan memperoleh respons sangat positif dari siswa. Bahan ajar multimodal berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta mendorong berkembangnya karakter berpikir kritis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, multimodal, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa.