Latar Belakang: Prevalensi global diabetes diperkirakan mencapai lebih dari 400 juta orang, dengan angka tersebut diperkirakan terus meningkat. Indonesia berada di uruta ke-5 dengan penderita diabetes tertinggi di dunia. Terdapat 5 pilar penalaksanaan DM meliputi: edukasi, terapi nutrisi medis, latihan jasmani, terapi farmakologi dan pemantauan glukosa darah sendiri. Pemberdayaan keluarga menjadi krusial untuk dilakukan karena pasien DM membutuhkan perawatan jangka panjang bahkan sepanjang kehidupannya. Metode: Kegiatan pengabdian Masyarakat bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga pasien dan pasien dengan DM. Adapun kegiatan meliputi edukasi, pelatihan dan konsultasi untuk meningkatkan pengetahuan, kapatuhan berkaitan dengan 5 pilar penanganan DM. Kegiatan pendampingan dilakukan selama 1 minggu dengan menggunakan pedoman asuhan keperawatan keluarga. Hasil: Edukasi dan intervensi promotif-preventif yang dilakukan secara terstruktur dan lintas profesi mampu meningkatkan pengetahuan peserta sebanyak 80%, mendorong perubahan perilaku dalam kepatuhan minum obat, perbaikan pola makan, dan peningkatan aktivitas fisik. Peran keluarga juga mengalami penguatan sebagai pendamping aktif dalam manajemen penyakit DM. Kesimpulan: Kolaborasi interprofessional menjadi faktor penentu utama keberhasilan terlaksananya upaya 5 pilar penanganan diabetes melitus. Keluarga menjadi mitra utama bagi profesi kesehatan untuk penanganan DM. Hanya saja perlu menjadi pembelajaran lebih lanjut pentingnya indikator atau pengukuran variabel yang relevan bagi masing-masing profesi dalam menilai keberhasilan kegiatan pendampingan selanjutnya. Kata kunci: IPC, DM, 6 pilar penanganan