Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN MENSTRUASI DENGAN PERUBAHAN EMOSIONAL PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTO I Diah Atmarina Yuliani; Sudirman; Arin Farhana Izzati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 2 (2017): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.212 KB)

Abstract

Sekitar 85% wanita di Indonesia mengalami gangguan fisik dan emosi menjelang masa menstruasi ataupun saat mentruasi, selain Pre Menstrual Syndrome (PMS) terdapat sebagian wanita mengalami nyeri haid (dysmenore). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran menstruasi terhadap Wanita Usia Subur (WUS), mengetahui gambaran perubahan psikologi emosional yang terjadi saat menstruasi pada Wanita Usia Subur (WUS), mengidentifikasi hubungan menstruasi dengan perubahan emosional pada Wanita Usia Subur (WUS). Desain penelitian menggunakan desain korelasi deskriptif. Populasi yang digunakan adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang ada di 6 desa di wilayah kerja Puskesmas Tirto I. Sampel propotional sampling. Analisa data menggunakan uji Spearmen’s rho. Hasil penelitian ada hubungan menstruasi dengan perubahan emosional pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Tirto I (r=0,000). Berdasarkan hasil penelitian bidan terkait kejadian menstruasi dengan siklus normal dan menstruasi dengan siklus tidak normal pada Wanita Usia Subur (WUS) perlu memberikan pendidikan kesehatan pada wanita usia subur tentang faktor yang dapat mempengaruhi siklus dalam menstruasi. Wanita Usia Subur (WUS) dapat mencatat keluhan yang dirasakannya dalam sebuah diary yang disebut PMS diary, dengan adanya catatan tersebut dapat menegakkan diagnosa serta pengobatan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL SERTA PEMBENTUKAN PAGUYUBAN PEDULI WARGA SEHAT GINJAL (PWSG) DI KELURAHAN BENDAN KERGON KECAMATAN PEKALONGAN BARAT KOTA PEKALONGAN Sudirman; Sumarni; Sri Utami Dwiningsih; Nadia Eka Indrianing; Hartati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14215

Abstract

Latar Belakang : Kasus penyakit ginjal mengalami peningkatan setiap tahunnya. Study Global Burden of Deseas tahun 2019 menunjukkan bahwa 1,4 juta orang meninggal karena penyakit ginjal kronis. Sementara, di Indonesia angka kematiannya sekitar 42 ribu. Satu dari 10 orang mempunyai penyakit ginjal. Kelurahan Bendan Kergon Pekalongan juga memiliki resiko penyakit ginjal karena tingginya kasus hipertensi (32,17% diatas usia 18 tahun) dan penderita diabetes mellitus (2.69% diatas usia 15 tahun). Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan penyuluhan (edukasi) kepada Masyarakat terkait masalah diatas. Metode : Pemberdayaan dan edukasi kesehatan ginjal yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kergon akan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan skill masyarakat khususnya kader kesehatan, tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga) dalam mencegah penyakit ginjal dan meningkatkan kesehatan ginjal bagi semua. Pembentukan Kelurahan peduli warga sehat ginjal (PWSG) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ginjal sejak dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat perlu disiapkan, dikondisikan dan difasilitasi pembentukan Kelurahan PWSG. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pembentukan tim PWSG juga akan menerapkan aplikasi program kesehatan ginjal yang terintegrasi dengan pelayanan Kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pemberdayaan dan edukasi yang sebelumnya dilakukan pre test dan post test. Hasil : Hasil akhir ini bisa dilihat adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan test dan terbentuknya Paguyuban PWSG. Simpulan : Terbentuknya paguyuban Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG) digunakan untuk mengurangi terjadinya peningkatan penyakit ginjal di Kelurahan Bendan Kergon, tim yang terdiri dari kader, toma, toga serta warga sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya paguyuban tersebut. Keyword : Kesehatan Ginjal, Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG), Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
PENGEMBANGAN APLIKASI SELF-HYPNOTHERAPY BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA PENGELOLAAN KECEMASAN DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Kharisma Anjar Nugraha; Sudirman; Arwani
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 14 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v14i1.10384

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering disertai masalah psikologis berupa kecemasan. Kecemasan yang tidak terkelola dapat memperburuk kondisi tekanan darah pasien. Intervensi non-farmakologis berbasis digital diperlukan untuk memberikan solusi perawatan mandiri yang aksesibel bagi pasien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi self-hypnotherapy berbasis Android untuk mengelola tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan model System Development Life Cycle (SDLC). Uji fungsi aplikasi menggunakan metode black-box. Validasi aplikasi dilakukan oleh ahli teknologi informasi dan ahli materi yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan perawat pakar hipnoterapi. Uji black box menunjukan semua menu dapat difungsikan dengan baik. Uji kelayakan oleh ahli IT diperoleh hasil 85,28 (layak) dan oleh ahli materi menunjukkan skor 85,84% (layak). Aplikasi sudah diterima dan dapat diakses melalui Playstore. Aplikasi self-hypnotherapy berbasis Android layak digunakan sebagai media intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan kecemasan dan tekanan darah pasien hipertensi.
KOLABORASI INTERPROFESI DALAM TATA LAKSANA 5 PILAR MANAJEMEN DIABETES MELITUS Yuniske Penyami; Maslahatul Inayah; Sudirman; Supriyo
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi global diabetes diperkirakan mencapai lebih dari 400 juta orang, dengan angka tersebut diperkirakan terus meningkat. Indonesia berada di uruta ke-5 dengan penderita diabetes tertinggi di dunia. Terdapat 5 pilar penalaksanaan DM meliputi: edukasi, terapi nutrisi medis, latihan jasmani, terapi farmakologi dan pemantauan glukosa darah sendiri. Pemberdayaan keluarga menjadi krusial untuk dilakukan karena pasien DM membutuhkan perawatan jangka panjang bahkan sepanjang kehidupannya. Metode: Kegiatan pengabdian Masyarakat bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga pasien dan pasien dengan DM. Adapun kegiatan meliputi edukasi, pelatihan dan konsultasi untuk meningkatkan pengetahuan, kapatuhan berkaitan dengan 5 pilar penanganan DM. Kegiatan pendampingan dilakukan selama 1 minggu dengan menggunakan pedoman asuhan keperawatan keluarga. Hasil: Edukasi dan intervensi promotif-preventif yang dilakukan secara terstruktur dan lintas profesi mampu meningkatkan pengetahuan peserta sebanyak 80%, mendorong perubahan perilaku dalam kepatuhan minum obat, perbaikan pola makan, dan peningkatan aktivitas fisik. Peran keluarga juga mengalami penguatan sebagai pendamping aktif dalam manajemen penyakit DM. Kesimpulan: Kolaborasi interprofessional menjadi faktor penentu utama keberhasilan terlaksananya upaya 5 pilar penanganan diabetes melitus. Keluarga menjadi mitra utama bagi profesi kesehatan untuk penanganan DM. Hanya saja perlu menjadi pembelajaran lebih lanjut pentingnya indikator atau pengukuran variabel yang relevan bagi masing-masing profesi dalam menilai keberhasilan kegiatan pendampingan selanjutnya. Kata kunci: IPC, DM, 6 pilar penanganan