Abstrak Latar Belakang : Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin sehingga diperlukan deteksi dini melalui pelayanan antenatal care (ANC). Pengetahuan ibu hamil mengenai kehamilan risiko tinggi berperan penting dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor risiko, tanda bahaya kehamilan, dan upaya pencegahan komplikasi. Tujuan : untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester I tentang kehamilan risiko tinggi di Poli Klinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester I yang melakukan kunjungan ANC di Poli Klinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru selama periode penelitian. Sampel berjumlah 76 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) sebanyak 45 responden (59,2%), berpendidikan menengah hingga tinggi sebanyak 47 responden (61,8%), multigravida sebanyak 39 responden (51,3%), dan tidak bekerja sebanyak 42 responden (55,3%). Tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I tentang kehamilan risiko tinggi sebagian besar berada pada kategori baik, yaitu 51 responden (67,1%), sedangkan 25 responden (32,9%) memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan: sebagian besar ibu hamil trimester I memiliki pengetahuan yang baik mengenai kehamilan risiko tinggi, namun edukasi mengenai faktor risiko dan tanda bahaya kehamilan tetap perlu ditingkatkan melalui pelayanan ANC agar deteksi dini komplikasi kehamilan dapat dilakukan secara optimal.