Keisha Syahla Amelia
Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GENTLEWITHIN: PSIKOEDUKASI DIGITAL PERILAKU NON-SUICIDAL SELF-INJURY PADA REMAJA DAN DEWASA AWAL Putri Petrina Juni Antyesti; Keisya Maheswari Putri Rachmawati; Keisha Syahla Amelia; Dikta Lavida Loca; Endang R. Surjaningrum
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/y190ez85

Abstract

Non-suicidal self-injury (NSSI) merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk melukai jaringan tubuh sendiri tanpa adanya niat bunuh diri. NSSI bisa disebabkan karena interaksi banyak faktor yang berhubungan dengan gangguan mental dan kondisi psikologis remaja dan dewasa awal. Kerentanan pada perilaku NSSI menunjukkan perlunya intervensi promotif sebagai pencegahan dini berupa psikoedukasi yang memanfaatkan teknologi sehingga dapat diakses di mana saja, terutama bagi remaja dan dewasa awal yang memiliki tingkat penggunaan ponsel pintar dan literasi digital yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas intervensi berbasis digital terhadap peningkatan pengetahuan mengenai NSSI pada remaja dan dewasa awal. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Paired sample t-test dilakukan pada 28 perempuan dan 12 laki-laki (N=40; M=17,4; SD=2,85). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai tes (t(39)= -6,18; p<0,001; Cohen’s d= -0,977; 95% CI [-37,2; -18,8]) antara periode pre-test dan post-test. Dengan demikian, intervensi promotif yang diberikan berupa konten di akun Instagram terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan dewasa awal tentang perilaku NSSI. Dalam praktiknya, akun Instagram @gentlewithin__ berhasil menjangkau lebih dari 200 akun. Jumlah jangkauan yang tinggi menunjukkan bahwa Instagram menjadi media yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai program psikoedukasi.