Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik, sindiran, dan representasi kondisi sosial-politik global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis meme pertandingan antara Amerika Serikat vs Iran dalam ajang piala dunia Qatar 2022 di twitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode simak melalui teknik rekam layar (screenshoot) dengan memanfaatkan smartphone (gawai) sebagai media pengumpulan data. Data yang ditemukan dianalisis sesuai dengan teori semiotika Pierce yang menekankan 3 unsur utama, yaitu tanda, objek, dan interpretant. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 9 meme yang berkaitan dengan pertandingan Amerika vs Iran pada piala dunia di twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda dalam meme diwujudkan melalui unsur visual dan verbal, seperti gambar kerusuhan, bangunan terbengkalai, stadion rusak, pesawat tempur, peta wilayah, bendera negara, serta tokoh politik yang dikombinasikan dengan teks singkat. Objek dalam meme adalah pertandingan sepak bola Amerika Serikat vs Iran yang dikaitkan dengan sejarah konflik politik kedua negara. Adapun interpretant menunjukkan bahwa meme dimaknai sebagai bentuk satire dan sindiran terhadap potensi konflik global, khususnya narasi tentang perang dunia ketiga. Satire dibangun melalui penggunaan ikon berupa visual peperangan dan kehancuran, indeks berupa tanda ancaman dan ketegangan, serta simbol berupa bendera negara, tokoh politik, dan peta wilayah yang merepresentasikan relasi kekuasaan geopolitik. Selain itu, bahasa satire dalam meme berfungsi untuk mengekspresikan kecemasan kolektif, menyindir sensasionalisme publik, serta mendekonstruksi narasi berlebihan mengenai perang dunia ketiga. Dengan demikian, meme di twitter dapat dipahami sebagai media ekspresi yang efektif dalam menyampaikan kritik secara tidak langsung melalui humor dan ironi.