Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRI SADAR ANEMIA UNTUK GENERASI PRIMA DI PANTI ASUHAN AISYIAH KABUPATEN SINTANG Hapsari, Dian Indahwati; Zalfa, Siti Najla
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.1.4856

Abstract

Pada masa remaja akan terjadi peningkatan kebutuhan zat besi, dimana peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk penambahan volume darah dan kenaikan konsentrasi hemoglobin yang berhubungan dengan terjadinya kematangan seksual. Banyak kasus anemia pada remaja putri ini akan berdampak pada remaja mudah lelah, konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah, menurunkan produktifitas dan kreativitas. anemia pada saat hamil, akibatnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan akan terganggu, selain itu juga anemia pada saat hamil berpontensi menyebabkan komplikasi kehamilan dan persalinan bahkan akan dapat menyebabkan kematian ibu dan anak. Prevalensi anemia pada remaja putri masih tergolong tinggi, berdasarkan data Riskesdes 2018 proporsi anemia pada kelompok umur 15-24 tahun yaitu sebesar 32%. Berdasarkan studi analisis di Panti Asuhan Aisyiah Kabupaten Sintang didapatkan hasil sebagian besar remaja putri ditemukan mengeluh mudah lelah, mengantuk, dan kurang konsentrasi dalam belajar. Untuk mengatasi permasalahan ini maka perlu diadakan pemeriksaan status gizi remaja putri, pemeriksaan hemoglobin sebagai indikator anemia pada remaja putri, edukasi mengenai anemia pada remaja dan peran nutrisi dalam pengentasannya, pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) dan pemasangan Poster anemia di lokasi yang strategis di Panti Aisyiah Kabupaten Sintang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2024 dan pemasangan poster tgl 19 Juli 2024. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyuluhan, pemeriksaan Hb dan pembagian TTD dan poster. Hasil kegiatan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna dari tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan yaitu meningkat sebesar 21,2 point dari 63,8 mnjadi 85,0.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SMA DI MENSIKU TAHUN 2024 : Indonesia Hariani, Eka; Hapsari, Dian Indahwati; Chintiya
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.597

Abstract

Prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% dari tahun 2013 menjadi 9,1% pada 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan prilaku merokok pada remaja SMA Mensiku. Metodelogi dalam penelitian ini adalaha kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024, sample berjumlah 180 siswa/siswi di SMA Mensiku. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga p value (0,002), pengaruh teman sebaya p value (0,000), dan pengaruh media elektronik p value (0,000). Perlunya media promosi seperti poster dan peraturan dilarang merokok pada remaja untuk mencegah remaja merokok.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program TIMBANG dan SAMARA COURSE untuk Perkuat Ketahanan Keluarga Muda Atasi Stunting pada Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang Hapsari, Dian Indahwati; Marista, Jesica
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7426

Abstract

Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak tidak normal karena kebutuhan nutrisi sejak berada dalam kandungan hingga berusia 2 tahun kurang terpenuhi. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI melalui Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi kejadian stunting di Indonesia sebanyak 8,7 juta atau 30,7% bayi berumur bawah lima tahun (balita). Berdasarkan data yang dikeluarkan SKI pada tahun 2022 angka stunting di provinsi Kalimantan Barat berada di 27,8 %, kemudian di tahun 2023 angka stunting turun menjadi 20,6%. Angka stunting di Kabupaten Sintang tahun 2024 sebesar 24,8 persen. Penyebab utama stunting melibatkan masalah gizi, terutama kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan makanan yang tidak mencukupi atau tidak seimbang. Berdasarkan hasil studi pendahuluan organisasi NA Kabupaten Sintang jumlah balita sebanyak 9. Hasil dari obseravasi stunting terhadap anggota NA Kabupaten Sintang terdapat 5 balita terkena stunting. Untuk mengatasi permasalahan ini maka perlu diadakan pemberdayaan masyarakat melalui program Timbang dan Samara Course untuk perkuat ketahanan keluarga muda atasi stunting di organisasi NA Kabupaten Sintang. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi Penyuluhan, pemberian makanan sehat dan bergizi, menerbitkan buku saku tanggap stunting. Didapatkan hasil skor pengetahuan sebelum perlakuan rata-rata 48% dan setelah perlakuan meningkat menjadi 84% dimana skor tersebut terjadi peningkatan sebesar 36%, yang berarti terdapat perbedaan skor yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan