Kebun edukasi di lingkungan perguruan tinggi dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar kontekstual yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik pengelolaan tanaman, kepedulian lingkungan, dan prinsip keberlanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan kebun edukasi kampus melalui budidaya cabai (Capsicum spp.) dan pepaya (Carica papaya L.) serta mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran pertanian berbasis pengalaman. Kegiatan dilaksanakan di Politeknik Seruyan pada bulan mei sampai juli tahun 2026 dengan melibatkan dosen dan 5 mahasiswa. Pelaksanaan dilakukan melalui tahapan identifikasi area, penyiapan media dan bibit, penanaman, pemeliharaan partisipatif, observasi, dokumentasi, dan refleksi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa area kampus dapat dioptimalkan menjadi sarana pembelajaran terbuka yang mempertemukan aspek budidaya, pemanfaatan ruang, kerja kolaboratif, dan literasi pertanian berkelanjutan. Budidaya cabai memberikan konteks pembelajaran mengenai pengelolaan tanaman hortikultura semusim yang memerlukan pemeliharaan intensif, sedangkan pepaya memperluas pengalaman mahasiswa pada tanaman buah dengan siklus pertumbuhan lebih panjang. Kegiatan ini tidak ditempatkan sebagai uji agronomis, tetapi sebagai model pengabdian berbasis living laboratory yang dapat dipertahankan melalui pembagian tanggung jawab pemeliharaan dan pemanfaatan kebun dalam kegiatan akademik. Keberlanjutan program memerlukan jadwal perawatan, pencatatan pertumbuhan, pengelolaan bahan organik, dan integrasi kebun ke aktivitas pembelajaran atau pengabdian berikutnya. Kata kunci: kebun edukasi; cabai; pepaya; pertanian berkelanjutan; pembelajaran berbasis pengalaman; kampus.