Sampah laut (marine debris) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat di wilayah pesisir Indonesia, termasuk Kota Jayapura. Dominasi sampah plastik sekali pakai yang berasal dari aktivitas masyarakat maupun terbawa arus laut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan, mengganggu ekosistem pesisir, serta mengancam keberlanjutan sumber daya laut. Sebagai gerakan dakwah Islam berkemajuan, Muhammadiyah bersama Organisasi Otonom (Ortom) memiliki komitmen dalam pelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi dakwah kemanusiaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pesisir melalui Aksi Bersih Laut Partisipatif yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-109 'Aisyiyah Pimpinan Wilayah Papua bertema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Kedamaian." Kegiatan dilaksanakan pada 9 Mei 2026 di kawasan perairan antara Dermaga dan Pulau Kosong, Kota Jayapura, menggunakan pendekatan Participatory Action yang meliputi identifikasi isu, perencanaan aksi, pengorganisasian komunitas, pelaksanaan aksi, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan unsur Persyarikatan Muhammadiyah, seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah, serta mitra eksternal, yaitu Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi peserta dalam aksi pembersihan kawasan pesisir, meningkatnya kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, serta terbangunnya kolaborasi lintas organisasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Sekitar tiga kantong sampah anorganik berhasil dikumpulkan, dengan jenis sampah yang paling dominan berupa plastik pembungkus makanan, botol plastik, gelas plastik, dan kantong plastik. Pendekatan learning by doing yang diterapkan selama kegiatan memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami permasalahan sampah laut sekaligus memperkuat kesadaran ekologis, semangat gotong royong, dan implementasi dakwah kemanusiaan Muhammadiyah-'Aisyiyah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi multipihak dan pendekatan partisipatif efektif mendukung pelestarian lingkungan pesisir serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).