Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah tentang rantai pasok dalamrangka efisiensi agribisnis padi dan jagung di Kabupaten Sumbawa. Metode dalam penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif melibatkan berbagai teknik yang bertujuan untukmemahami fenomena secara mendalam dan holistik. Metode pengumpulan data yangdigunakan, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data, dilakukansecara interaktif dan berlangsung secara terus menerus hingga tuntas, langkah-langkahanalisis data yaitu; reduksi data, penyajian/ display data dan mengambil kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah, memainkan peranyang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi sekaligus mengatasi permasalahan rantaipasok agribisnis di Kabupaten Sumbawa, khususnya pada komoditas strategis seperti padidan jagung. Rantai pasok agribisnis di wilayah ini masih dihadapkan pada sejumlahtantangan utama, mulai dari keterbatasan infrastruktur logistik, lemahnya posisi tawar petani,inefisiensi distribusi, hingga ketimpangan data produksi. Pada aspek infrastruktur danlogistik, pemerintah daerah dan provinsi telah mendorong percepatan pembangunan gudangketahanan pangan, perbaikan dermaga, serta penyediaan alat bongkar muat modern.Kebijakan ini memiliki tujuan utama untuk menekan kerusakan produk pascapanen,mempercepat distribusi, dan menurunkan biaya logistik. Namun dalam praktiknya, banyakpetani di Sumbawa masih menghadapi keterbatasan gudang penyimpanan yang layak sertaakses jalan yang tidak memadai menuju pelabuhan atau pasar induk. Berbagai kebijakan yangtelah diimplementasikan oleh pemerintah menunjukkan upaya yang progresif, namun masihmemerlukan pendekatan yang lebih integratif, konsisten, dan berbasis pada realitas lapangan.