Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI UNDANG – UNDANG NO 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KERUSAKAN HUTAN Syaifuddin Iskandar; Ahmad Supriadi; Sri Nurhidayati
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i2.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan pada wilayah kerja BKPH Batulanteh Kabupaten Sumbawa, serta kontribusinya dalam upaya mengurangi tingkat kerusakan hutan di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan hutan di Kabupaten Sumbawa umumnya terjadi di luar kawasan hutan lindung dan disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi area pertambangan serta perluasan lahan pertanian masyarakat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kawasan hutan lindung pada wilayah kerja BKPH relatif stabil, namun BKPH memiliki keterbatasan kewenangan terhadap pengelolaan lahan masyarakat, sehingga upaya yang dapat dilakukan lebih bersifat imbauan, khususnya terkait pencegahan pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan. Upaya penanggulangan kerusakan hutan dilakukan melalui berbagai program, seperti pembagian bibit gratis, program hutan hijau, penguatan Koperasi Tani Hutan (KTH), Pemberdayaan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), serta Pengelolaan Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Namun, implementasi program-program tersebut masih menghadapi kendala, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan keterbatasan anggaran lembaga. Oleh karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara BKPH dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan serta pengurangan tingkat kerusakan hutan di Kabupaten Sumbawa.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK TANI TERNAK SADAK DENGAN MENGOLAH LIMBAH FESES AYAM MENJADI PUPUK KOMPOS Sudirman Sudirman; Asrul Hamdani; Wening Kusumawardani; Syaifuddin Iskandar
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i2.2172

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak (KTT) Sadak, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, NTB, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola limbah feses ayam menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi dampak bau dan masalah kesehatan akibat lokasi kandang yang berjarak hanya ±10meter dari permukiman warga, pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2025. Metode kegiatan meliputi survei awal (observasi dan wawancara), sosialisasi (ceramah dan diskusi), penyuluhan, pelatihan teknis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test dan di uji t-statistik. Pelatihan ini dikuti oleh 14 peserta yang sebagian besar belum memiliki pengetahuan mendalam tentang pengomposan. Hasil evaluasi akhir berdasarkan nilai pre-test dan post-test hasil uji t-statistik 6.602 dan p-value sebesar 1.19e-06 menunjukkan ada peningkatan pengetahuan yang signifikan dalam pengetahuan peserta setelah pelatihan, di mana nilai pre-test peserta (10–14) dari total maksimal nilai 20 meningkat menjadi post-test (16–19). Dari bahan awal 650 kg diperoleh 435 kg kompos matang yang remah dan tidak berbau. Program ini cukup efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis peternak, mengurangi dampak lingkungan, dan menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota KTT Sadak melalui produksi pupuk kompos, sehingga dapat dijadikan model bagi kelompok ternak lainnya di Kabupaten Sumbawa.
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI SUMBAWA NO.114 TAHUN 2021 TENTANG FASILITAS PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DAN PREKURSOR NARKOTIKA Syaifuddin Iskandar; Elsa Nosa; Sri Nurhidayati
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2445

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas sosial di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 114 Tahun 2021 tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagai upaya memperkuat penanganan masalah narkoba di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Bupati tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Bupati Nomor 114 Tahun 2021 di Kecamatan Plampang telah berjalan melalui berbagai program fasilitasi pencegahan dan pemberantasan narkoba, namun masih menghadapi kendala signifikan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan fasilitas rehabilitasi, kurangnya tenaga konselor profesional, minimnya anggaran operasional, serta masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen aparat penegak hukum, kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa, dan peran aktif tokoh masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan fasilitas rehabilitasi berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengintegrasian program pencegahan narkoba dalam berbagai kebijakan pembangunan daerah.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG RANTAI PASOK DALAM RANGKA EFISIENSI AGRIBISNIS PADI DAN JAGUNG DI KABUPATEN SUMBAWA Abdul Rafiq; Nila Wijayanti; Syafruddin Syafruddin; Sudirman Sudirman; Syaifuddin Iskandar
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen (JRAM)
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v1i1.2140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah tentang rantai pasok dalamrangka efisiensi agribisnis padi dan jagung di Kabupaten Sumbawa. Metode dalam penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif melibatkan berbagai teknik yang bertujuan untukmemahami fenomena secara mendalam dan holistik. Metode pengumpulan data yangdigunakan, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data, dilakukansecara interaktif dan berlangsung secara terus menerus hingga tuntas, langkah-langkahanalisis data yaitu; reduksi data, penyajian/ display data dan mengambil kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah, memainkan peranyang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi sekaligus mengatasi permasalahan rantaipasok agribisnis di Kabupaten Sumbawa, khususnya pada komoditas strategis seperti padidan jagung. Rantai pasok agribisnis di wilayah ini masih dihadapkan pada sejumlahtantangan utama, mulai dari keterbatasan infrastruktur logistik, lemahnya posisi tawar petani,inefisiensi distribusi, hingga ketimpangan data produksi. Pada aspek infrastruktur danlogistik, pemerintah daerah dan provinsi telah mendorong percepatan pembangunan gudangketahanan pangan, perbaikan dermaga, serta penyediaan alat bongkar muat modern.Kebijakan ini memiliki tujuan utama untuk menekan kerusakan produk pascapanen,mempercepat distribusi, dan menurunkan biaya logistik. Namun dalam praktiknya, banyakpetani di Sumbawa masih menghadapi keterbatasan gudang penyimpanan yang layak sertaakses jalan yang tidak memadai menuju pelabuhan atau pasar induk. Berbagai kebijakan yangtelah diimplementasikan oleh pemerintah menunjukkan upaya yang progresif, namun masihmemerlukan pendekatan yang lebih integratif, konsisten, dan berbasis pada realitas lapangan.
DINAMIKA PERILAKU PETANI LAHAN KERING DI DESA PELAT KECAMATAN UNTER IWIS KABUPATEN SUMBAWA Wirawan Dimeng; Ieke Wulan Ayu; Nila Wijayanti; Ahmad Yani; Syaifuddin Iskandar
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen (JRAM)
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v1i1.2141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perilaku petani dalam sistem pertanianlahan kering di Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, NTB. Penelitiandilaksanakan di Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Baratdari Bulan Maret-Juli 2025, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitianmenggunakan dua jenis data sekunder dan primer yaitu data primer diperoleh melaluiwawancara langsung dengan petani lahan kering menggunakan kuesioner. Data sekunderyang dikumpulkan mencakup informasi mengenai lokasi geografis penelitian, kondisidemografi penduduk, luas wilayah, serta gambaran umum tentang Desa Pelat, KecamatanUnter Iwes. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui metode dokumentasi. Metodepengumpulan data dalam penelitian, menggunakan observasi, wawancara mendalam,kuesioner, studi pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah petani jagung lahan keringdi Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, yang dipilih melalui teknik accidental sampling danpurposive sampling, sebanyak 50 orang. Metode analisis data dalam penelitian, yaitu analisisdeskriptif dan Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa perilaku petanisangat dipengaruhi oleh pengalaman kolektif, norma budaya, dan peran kelembagaan sepertikelompok tani dan pemerintah desa. Perilaku petani dalam mengelola lahan kering sangatdipengaruhi oleh faktor usia, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, dan statuskepemilikan lahan. Keikutsertaan dalam kelembagaan lokal berperan penting dalammendorong adaptasi dan kolaborasi petani. Oleh karena itu, pemahaman terhadapkarakteristik ini penting sebagai dasar dalam merancang kebijakan dan programpemberdayaan petani lahan kering yang efektif.
DAMPAK KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI JAGUNG STUDI KASUS DI KECAMATAN UTAN Ade Ockgira Hidayat; Ahmad Yani; Ieke Wulan Ayu; Siti Nurwahidah; Syaifuddin Iskandar
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen (JRAM)
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v1i1.2142

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui proses penyaluran dana KUR dan dampak dana KURterhadap pendapatan usahatani jagung serta mengetahui faktor yang mempengaruhi jumlahpinjaman dana KUR petani di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Penentuan lokasipenelitian dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan Kecamatan Utanmerupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Penentuan sampelsecara purposive sampling dengan kriteria petani jagung penerima dana KUR tahun 2024 diKecamatan Utan. Jumlah sampel petani jagung diambil 40 petani. Metode penelitianmengunakan deskriptif kualitatatif dan kuantitatif mengunakan metode regresi berganda.Hasil penelitian (1) Proses penyaluran KUR (a) Debitur Mengajukan Permohonan KUR (b)Tanda Tangan Persetujuan Kredit dan (c) Kredit Cair, (2) Kredit Usaha Rakyat (KUR)berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani jagung di Kecamatan UtanKabupaten Sumbawa dan hasil korelasi menunjukkan bentuk hubungan antara pendapatanpetani jagung dan dana KUR di Kecamatan Utan ini adalah positif yang berarti semakin tinggipendapatan maka semakin tinggi juga dana KUR petani, (3) Faktor luas lahan berpengaruhsignifikan terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utansedangkan harga jual jagung dan biaya usahatani jagung tidak berpengaruh nyata (signifikan)terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utan.