Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penambahan Abu Cangkang Sawit pada HESC untuk Peningkatan Kualitas Mutu Beton Masrura, Delfian; Rahman, Aulia; Salena, Inseun Yuri; Alvisyahri, Alvisyahri; Putri, Cut Nadia
Jurnal Optimalisasi Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v11i1.11903

Abstract

West Aceh Regency produces 2,804 tons/year of palm oil with a total of 1.8 million tons/year of palm shell waste. Utilization and solutions to palm shell waste can be done by burning palm shells at high temperatures until they become ashes. Palm ash contains a certain amount of silica and has pozzolan qualities. This study aims to decide the impact of the utilize of palm shell ash and silicafume in High Early Strength Concrete (HESC) concrete mixtures on the magnitude of the compressive strength of concrete. The method used is the experimental laboratory method using American Concrete Institute (ACI) method. The composition of the test pieces is normal concrete (BN), palm shell ash concrete (BCS) with a percentage of 3%, 5%, and 7% plus silicafume 1.5% of the cement weight. The test specimen uses a cylinder with a diameter of 15 cm x 30 cm totaling 24 pieces. Based on the results of the maximum compressive strength of 7-day concrete life of 22.552 MPa of BN test piece, the minimum value is 19.155 MPa of 7% BCS test piece. At 28 days of concrete age, the maximum compressive strength is 26.893 MPa for 3% BCS test piece, and the minimum value is 22.364 MPa for 5% BCS test piece. Based on the results of the tests and analyses carried out, it can be concluded that the expansion of palm shell fiery remains and silicafume to the concrete blend can increment the compressive quality of concrete on average above 20 MPa over time due to the influence of the percentage of pozzolan shell ash and the addictive substance silicafume.
Penerapan K3 Konstruksi pada Pengaman Tanggul Pelabuhan Sebagai Peningkatan Safety Building di Wilayah Pesisir Kabupaten Aceh Barat Zakia, Zakia; Safriani, Meylis; Salena, Inseun Yuri; Rafshanjani, M. Arie; Febrianty, Dian; Hasdanita, Fitry
Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2 No 2 (Desember 2024) Membangun Kecendekian: Transformasi Melalui Pengabd
Publisher : Indonesian Scholars Global Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63107/rfjrc754

Abstract

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam konstruksi tanggul pelabuhan berperan krusial dalam meningkatkan keamanan dan ketahanan infrastruktur di area pesisir. Tujuan utama Kesehatan dan Keselamatan Kerja (k3) adalah mencegah, mengurangi, bahkan menghilangkan kecelakaan kerja. Pentingnya K3 sangatlah besar mengingat dampak yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja. Melalui sosialisasi, pelatihan, serta disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), potensi kecelakaan dapat diminimalkan. Dalam kegiatan pelatihan, direncanakan pembentukan dua kelompok mitra, masing-masing terdiri dari 5 orang. pelaksanaan program dilakukan dengan mengukur peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan safety building dan K3 dalam proyek pembangunan tanggul pelabuhan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi. Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui persentase peningkatan wawasan atau pengetahuan yang diterima oleh perwakilan pekerja konstruksi setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Hasil yang diperoleh penerapan K3 pada proyek konstruksi tanggul pelabuhan sudah cukup baik dalam meningkatkan safety building dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. Meski demikian, beberapa aspek seperti pemahaman masyarakat lokal dan konsistensi penggunaan APD masih perlu ditingkatkan. Diharapkan dengan pelatihan lanjutan dan pengawasan yang lebih intensif, penerapan K3 dapat berjalan lebih optimal sehingga keselamatan di lokasi proyek terjamin secara menyeluruh.
IDENTIFIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN SERTA TINGKAT KEANDALAN KESELAMATAN BANGUNAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS TEUKU UMAR Salena, Inseun Yuri; Safriani, Meylis; ., Novrizal
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 5 No. 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan sistem proteksi kebakaran serta tingkat keandalan bangunan pada gedung F1 dan F2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan serta Pd-T-11-2005-C yaitu pedoman pemeriksaan keselamatan bangunan gedung. Komponen sistem proteksi kebakaran yang di identifikasi adalah Kelengkapan Tapak, Sarana Keselamatan, sistem proteksi kebakaran Aktif dan Pasif dengan melakukan pengamatan langsung dilapangan menggunakan formulir daftar periksa. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode Likert yang menghasilkan tingkat kesesuaian penerapan dengan peraturan yang berlaku serta pemeriksaan nilai tingkat keandalan keselamatan bangunan. Hasil analisis pada Sistem Proteksi Pasif pada gedung F1 dan F2 diperoleh nilai 2.28 dan 2.44 dalam skala Likert yang menunjukkan kurang sesuai dengan peraturan dan untuk sistem proteksi aktif pada gedung F1 dan F2 memperoleh nilai 1.33 dan 1 yaitu sangat tidak sesuai peraturan. Persentase Penilaian Tingkat Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB)menunjukkan hasil bagi komponen sistem keselamatan bangunan pada gedung F1 yaitu 37.26%dan gedung F2sebesar 37.11 % dari nilai maksimum 100% untuk keseluruhan komponen sistem keselamatan kebakaran.Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem keselamatan kebakaran pada gedung F1 dan F2 Fakultas Kesehatan Masyarakat masuk dalam klasifikasi Kurang Baik.Seluruh komponen Sistem Keselamatan yang masih  minim sangat memerlukan peningkatan dan perbaikansehingga resiko bahaya dapat diminimalisir dan diantisipasi dengan baik serta penanggulangan bencana kebakaran dapat ditangani secara optimal. Kata Kunci: Keandalan Bangunan, Keselamatan Kebakaran, Sistem Proteksi ABSTRACT This study aims to identify the availability of fire protection systems and the level of building reliability in the F1 and F2 buildings of the Faculty of Public Health, Teuku Umar University based on Minister of Public Works Regulation No. 26/RT/M/2008 concerning the technical requirements of fire protection systems in buildings and the environment and Pd-T-11-2005-C, namely guidelines for building safety inspection. The fire protection system components identified are Means of Egress,Site equipment, the Passive and Activefire protection system by making direct observations in the field using a checklist form. The data collected is then analyzed using the Likert method, which results in the appropriateness of the application with applicable regulations and checks on the value of the building's safety level. The results of the analysis of the Passive Protection System in F1 and F2 buildings obtained a value of 2.28 and 2.44 on the Likert scale which shows less in accordance to the regulations and for the active protection system in the F1 and F2 buildings obtain the value of 1. 33 and 1 which is very not in accordance with the regulation. Percentage Rating of Building Safety System Reliability Level (NKSKB) shows the results for the building safety system component in F1 building that is 37.26% and building F2 is 37.11% of the maximum value of 100% for all components of the fire safety system. Based on the results obtained indicate that the fire safety system in the F1 and F2 buildings of the Faculty of Public Health classified as Poor in reliability. All components of the Safety System that are still minimal need improvement and so that can minimize the risk and properly anticipate. The handling of fire disasters can optimally handle.Keywords: Building Reliability, Fire safety, Protection system 
Identifikasi Perilaku Struktur Rusunawa Meulaboh Smart Building Menggunakan Sistem Base Isolation Tipe LRB Rahman, Aulia; samsuna, samsunan; jarya, Jarya; salena, Inseun Yuri
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.225

Abstract

AbstractIndonesia located in an area where 3 plates meet. tectonic main, namely Indo-Australian, Eurasian, and Pacific plates. This make Indonesia as very vulnerable area to earthquake and have activity high sesmic to earthquake. from that , it is necessary planned something system structure damper earthquake that named is base isolation structure. Research objectives is knowing suitable LRB type For applied to buildings , and to knowing comparison between structure fixed base with base isolation . Rusunawa Building Meulaboh Smart Building (MSB) with 7 floors has a length of 14,30 and a width of 14,30. Analysis Method structure use ETABS v.21 software , which was analyzed is element structure building For know style in , displacement and story drift . Comparison results analysis structure fixed base with structure base isolation LRB type with type LH120G4A, in style in system base isolation more reduced , style in in the form of style  axial , style shear , and moment in succession are 1.02%, 2.05% and 1.68%. displacement reduced X direction of 11.18% and the Y direction of 6.19%. From the results analysis that Usage base isolation more effective dampen earthquake compared to with structure fixed base. the analysis results, the deviation that occurred on the 7th floor was 45.470 mm, which was smaller than the requirement of 53 mm in the X-axis direction and 47.216 mm, which was smaller than the requirement of 53 mm in the Y-axis direction. AbstrakNegara Indonesia berada pada wilayah bertemunya 3 lempeng gempa tektonik utama, yaitu lempengan Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia sebagai daerah yang sangat rawan terhadap gempa bumi dan memiliki aktivitas sesmik yang tinggi terhadap gempa bumi. Maka dari itu, perlu direncanakan sistem struktur peredam gempa dengan sistem base isolation. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis LRB yang cocok untuk diterapkan pada gedung, dan untuk mendapatkan perbandingan antara struktur bangunan fixed base dengan base isolation. Gedung Rusunawa Meulaboh Smart Building (MSB) berlantai 7 dengan Panjang 14,30 dan lebar 14,30. Metode Analisis struktur menggunakan software ETABS v.21, yang dianalisis adalah elemen struktur gedung untuk mengetahui gaya dalam, displacement dan story drift. Perbandingan hasil analisis struktur bangunan fixed base dengan struktur base isolation jenis LRB dengan tipe LH120G4A, pada gaya dalam sistem base isolation lebih tereduksi, gaya dalam terdiri dari gaya aksial, gaya geser, dan momen berturut – turut adalah 1,02%, 2,05% dan 1,68%. displacement arah X tereduksi sebesar 11,18% dan arah Y sebesar 6,19%. Dari hasil analisa bahwa pengunaan base isolation lebih efektif meredam gempa dibandingkan dengan struktur fixed base, dari hasil analisa yang didapatkan simpangan yang terjadi di lantai 7 sebesar 45,470 mm lebih kecil dari syarat 0,03/R x H yaitu 53 mm pada arah sumbu X dan 47,216 mm lebih kecil dari syarat0,03/R x H yaitu 53 mm pada arah sumbu Y sesuai standar SNI 1726-2019.